Berita Viral

KISAH Arief Dwi Bangun Usaha dari Modal Pinjol Gegara Usulan KUR Tak Jelas, Tapi Bunga Mencekik

Kisah Arief Dwi Wahyu terpaksa meminjam modal ke pinjaman online (Pinjol) setelah ditolak bank. 

TRIBUN MEDAN
PINJOL - Arief Dwi Wahyu Prasetya saat berada di tempat usahanya di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (3/4/2026). Pengusaha muda ini terlilit pinjol karena KUR-nya tidak disetujui bank. Hingga kini Arief tercekik bunga pinjol. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kisah Arief Dwi Wahyu terpaksa meminjam modal ke pinjaman online (Pinjol) setelah ditolak bank. 

Arief tidak mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Akibatnya, usaha Arief sampai terseok-seok.

Arief merupakan pengusaha yang menjalankan bisnis distributor air mineral dan juga produksi pentol di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Pria asal Kabupaten Bondowoso ini masih terlilit pinjaman online (pinjol) dengan bunga tinggi di empat aplikator.

Jeratan utang tersebut membuat Arief harus memberhentikan dua pekerjanya.

Setiap bulan, Arief harus setor sebesar Rp 6 juta untuk bayar utang pinjol yang harus dilakukan sebanyak 13 kali cicilan dengan tenggang waktu 3–6 bulan.

Sebelum terlilit pinjol, Arief telah menjalankan bisnis tersebut di kawasan Jember dan Bondowoso.

Arief mengaku, sebelumnya mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) di salah satu bank naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 200 juta di Bondowoso untuk pengembangan bisnisnya pada Juli 2025 silam.

"Saat itu sudah disurvei petugas dan petugas bank dari kantor Bondowoso, sudah oke termasuk dari supervisor," ujarnya, Jumat (3/4/2026).

"Tapi setelah ada cek dari bank kantor Jember tidak ada kejelasan," lanjut Arief.

Baca juga: Indonesia di Tengah Eskalasi Konflik Lebanon: Antara Komitmen Perdamaian dan Perlindungan Nasional

Baca juga: HEBOH Benda Mirip Meteor Melintas di Langit Lampung, Warga Takut Karena Disusul Suara Dentuman keras

Hingga Agustus 2025, kata dia, pihak bank BUMN tersebut tidak memberikan jawaban apa pun mengenai pengajuan KUR tersebut ditolak atau diterima.

"Sampai akhirnya kami bersurat ke pihak bank secara resmi, agar memberikan jawaban soal pengajuan pinjaman saya," imbuh Arief.

Arief selama ini tidak memiliki pinjaman dari bank mana pun, bahkan hal itu bisa ditelusuri melalui BI checking.

"Misalkan pinjaman itu kebesaran, mestinya pihak bank bilang. Tapi sampai sekarang tidak ada penjelasan apa pun hingga akhirnya saya bersurat," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved