Berita Viral
DUA Anak Meninggal Dunia Dengan Indikasi Penyakit Campak, RSUDAM Lampung: Belum Pernah Imunisasi
Dua anak meninggal dunia dengan kasus penyakit campak di RSUDAM Lampung.
TRIBUN-MEDAN.com - Dua anak meninggal dunia dengan kasus penyakit campak di RSUDAM Lampung.
Dokter dari Pusat Krisis dan Data Kesehatan RSUDAM, dr. Yuliana, mengatakan kasus tersebut terjadi pada minggu keempat Januari 2026.
“Pada minggu keempat Januari ada dua anak meninggal dunia dengan gejala yang mengarah ke campak. Keduanya diketahui belum pernah mendapatkan imunisasi,” ujar dr. Yuliana, Sabtu (4/4/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa kedua kasus tersebut belum dapat dipastikan sebagai campak.
“Statusnya masih suspek, karena hasil spesimen yang dikirim ke Jakarta,” jelasnya.
Secara klinis, lanjutnya, kedua pasien memang menunjukkan gejala yang mengarah ke campak.
Ia juga menyebut, setelah kejadian tersebut tidak ada lagi laporan kematian serupa hingga minggu ke-13 tahun 2026.
"Sejak itu sampai minggu ke-13 tidak ada lagi kasus kematian dengan gejala yang sama,” katanya.
Baca juga: NASIB Pak Lurah dan Bu Lurah Digerebek Warga Berduaan di Rumah, Padahal Sama-Sama Sudah Menikah
Baca juga: LINK Nonton Live Streaming Mallorca vs Real Madrid Jam 21.15 WIB, Akses Juga Live Score Hasil LaLiga
Kondisi ini menjadi perhatian karena kedua pasien tidak memiliki riwayat imunisasi.
Anak yang tidak diimunisasi diketahui lebih berisiko mengalami komplikasi berat hingga kematian saat terinfeksi.
Tanda-Tanda Komplikasi Penyakit Campak
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten mengingatkan kepada masyarakat terhadap tanda-tanda komplikasi penyakit campak agar bisa segera membawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Meskipun sebagian besar kasus campak dapat sembuh dengan perawatan yang tepat, orang tua tetap perlu waspada terhadap tanda komplikasi seperti sesak napas, diare berat, atau kejang. Jika gejala tersebut muncul, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," kata Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni di Tangerang Jumat.
Ia mengatakan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan penyakit campak pada anak terus diintensifkan. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengurangi risiko komplikasi serta mempercepat proses pemulihan anak yang terinfeksi.
Ia juga mengimbau kepada orang tua untuk tidak panik apabila anak mengalami gejala campak seperti demam, ruam kemerahan, batuk, pilek, hingga mata merah.
| KAJARI Karo Danke Rajagukguk Senyum Saat Diungkap Diduga Terima Innova dan Fortuner dari Pemkab Karo |
|
|---|
| GEGARA Cemburu Dengar Kabar Bakal Nikah Lagi, Wardoyo Bakar Istri dan Mertuanya yang Sedang Tidur |
|
|---|
| Terbakar Cemburu, Pria Usia 64 Tahun Nekat Bakar Mantan Istri dan Mertua saat Tidur |
|
|---|
| Isi Garasi Bupati Karo Antonius Ginting, Diduga Beri Sejumlah Mobil ke Kajari Karo |
|
|---|
| Dua Kecamatan di Donggala Diterjang Banjir Bandang, Ratusan Rumah Terendam Lumpur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kasus-campak-di-Suut-387.jpg)