Berita Viral

Dua Kecamatan di Donggala Diterjang Banjir Bandang, Ratusan Rumah Terendam Lumpur

Banjir melanda dua kecamatan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yakni Sirenja dan Balaesang, pada Jumat (3/4/2026) sore.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Banjir bandang melanda dua kecamatan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yakni Sirenja dan Balaesang, sejak Jumat (3/4/2026) sore. Peristiwa ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari hingga menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Banjir bandang melanda dua kecamatan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yakni Sirenja dan Balaesang, sejak Jumat (3/4/2026) sore.

Peristiwa ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari hingga menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Di Kecamatan Sirenja, banjir berdampak luas hingga menjangkau 10 desa dengan ratusan rumah terendam.

Sementara di Kecamatan Balaesang, banjir juga merendam puluhan rumah warga di Dusun 7, Desa Labean. 

Berdasarkan laporan TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, sedikitnya ratusan rumah terdampak di Kecamatan Sirenja. 

Desa Balentuma menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 177 unit rumah terendam, disusul Desa Tompe sebanyak 150 unit rumah.

Selain itu, 60 rumah terdampak di Desa Lompio, 40 rumah di Desa Tanjung Padang, 35 rumah di Desa Lende Tovea, serta masing-masing 30 rumah di Desa Dampal dan Desa Tondo. 

Sementara itu, dampak di Desa Jono Oge, Lende, dan Sipi masih dalam proses pendataan.

Tak hanya permukiman, banjir juga merendam fasilitas umum seperti SDN 3 Lende Tovea dan Kantor Desa Lende Tovea.

"Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari hingga menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga," jelas Plt Kepala BPBD Sulteng, Ir. Asbudianto, dikutip dari Tribun Palu, Sabtu (4/4/2026).

Di Kecamatan Balaesang, banjir terjadi di Dusun 7, Desa Labean, setelah Sungai Mapaga meluap akibat hujan deras sejak pukul 11.00 Wita.

Sebanyak 30 unit rumah dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut.

Meski demikian, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

BPBD telah melakukan asesmen di lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak untuk mencegah banjir susulan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved