Berita Viral

UPDATE Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Sudah Hentikan Penyelidikan, Ini Alasannya. .

Ternyata Polisi Sudah Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Alasan Berkas Telah Dilimpahkan ke Puspom TNI.

Editor: AbdiTumanggor
KompasTV
PENYIRAM AIR KERAS - Wajah pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang terekam kamera CCTV Dishub DKI Jakarta hingga CCTV ETLE sebelum melakukan aksinya pada Kamis (12/3/2026) sore sekira pukul 16.30 WIB. (Tangkapan layar YouTube Kompas TV) 

Ternyata Polisi Sudah Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Alasan Berkas Telah Dilimpahkan ke Puspom TNI

TRIBUN-MEDAN.COM - Polda Metro Jaya resmi menghentikan pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Penanganan perkara tersebut kini dilimpahkan ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI setelah tidak ditemukan keterlibatan warga sipil.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, mengatakan pelimpahan dilakukan karena kewenangan penanganan kasus berada di institusi militer.

“Kami menegaskan kembali bahwa berkas perkara sudah dilimpahkan. Dan saat ini kewenangan penyidik kepolisian Polda Metro Jaya sudah sampai di situ,” kata Budi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026).

Budi menjelaskan, pihak kepolisian telah menyerahkan seluruh barang bukti dan berkas hasil penyelidikan dalam bentuk digital kepada Puspom TNI.

Barang bukti tersebut mencakup rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalur yang dilalui pelaku.

Meski demikian, kepolisian membuka kemungkinan untuk kembali menangani kasus ini apabila ditemukan keterlibatan masyarakat sipil dalam perkembangan selanjutnya.

“Iya, pasti. Tapi bukan dibuka, kalau kepolisian kan menangani. Maka kami sampaikan tadi ada kewenangan kepolisian,” tutur Budi.

Sebelumnya, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memasuki babak baru setelah empat prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI diamankan terkait dugaan keterlibatan dalam peristiwa tersebut.

Keempat prajurit itu adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Perkembangan kasus ini juga berujung pada pengunduran diri Kepala BAIS TNI, Yudi Abrimantyo, sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat.

"Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Dimas.

Setelah kejadian, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved