Berita Nasional

Prediksi Kenaikan Harga BBM Non-subsidi 1 April 2026, Bukan Rp 17.850

Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama.

TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
BBM - Suasana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.208.1160 di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (13/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Isu kenaikan harga BBM non-subsidi mulai 1 April 2026 mulai ramai dibicarakan.

Di media sosial viral surat edaran yang mencantumkan harga baru sejumlah produk BBM.

Dalam surat itu, BBM non-subsidi mengalami kenaikan signifikan, harga Pertamax bahkan tertulis tembus hingga Rp 17.850 per liter.

Prediksi yang berbeda diungkap oleh Ekonom Universitas Airlangga, Wisnu Wibisono.

Ia menilai harga BBM naik merupakan konsekuensi yang wajar. Pasalnya, penetapan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar global. 

Baca juga: Posting Soal Andrie Yunus, Ketua Badan Koordinasi HMI Jabar Diteror Bakal Senasib Andrie

Menurut dia, lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama.

Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS serta acuan harga internasional, seperti Mean of Platts Singapore (MOPS), turut memengaruhi. 

Wisnu memperkirakan, harga BBM naik 1 April 2026 tidak akan terlalu tinggi. 

“Kenaikan diperkirakan berada di kisaran 5–10 persen,” ujarnya. Artinya, meski ada potensi kenaikan BBM April 2026, angkanya diprediksi masih dalam batas moderat.

Baca juga: Ranking FIFA Terbaru Timnas Indonesia Usai Kalah dari Bulgaria, Masih Untung Meski Turun

Pertamina: Belum ada pengumuman resmi 

Informasi terkait proyeksi kenaikan harga BBM juga sempat beredar luas di media sosial, mulai dari X, TikTok, hingga WhatsApp. 

Dalam informasi tersebut, disebutkan harga BBM nonsubsidi akan mengalami kenaikan cukup signifikan mulai 1 April 2026. 

Namun, PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan resmi terkait perubahan harga.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut informasi yang beredar di media sosial tidak dapat dipastikan kebenarannya. 

Baca juga: Daftar Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Menjadi 3 Anggota, Korban Luka-luka Bertambah

Ia menegaskan, kabar lonjakan harga BBM secara signifikan per 1 April 2026 bukan berasal dari sumber resmi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved