Berita Viral

Posting Soal Andrie Yunus, Ketua Badan Koordinasi HMI Jabar Diteror Bakal Senasib Andrie

Tak berapa lama setelah mengunggah konten tersebut, ia kemudian menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal.

Tribun Jabar
TEROR - Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati saat memperlihatkan teror yang diterimanya di Graha HMI, Bandung, Senin 30 Maret 2026. Siti Nurhayati mengaku diteror setelah berbicara mengenai aktivis KontraS yang disiram air keras 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati mendapat teror yang berasal dari nomor dan akun media sosial tidak dikenal.

Teror atau ancaman tersebut muncul setelah Siti Nurhayati membuat postingan di media sosial pada Minggu (22/3/2026), perihal membahas soal kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Tak berapa lama setelah mengunggah konten tersebut, ia kemudian menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal.

Pesan WhatsApp tersebut berisi permintaan agar Siti menghapus konten soal Andrie Yunus.

Baca juga: Harta Kekayaan Deddy Sitorus, Anggota DPR RI yang Sarankan Duit MBG Dialokasikan ke Lokasi Bencana

Di hari yang sama, permintaan hapus konten juga dikirim melalui HMI Jabar.

Jika permintaan tidak dituruti, peneror mengancam bakal menghancurkan organisasi tersebut.

Siti Nurhayati bahkan ditakut-takuti bakal senasib dengan Andrie Yunus jika tidak menghapus konten di media sosial.

Lantas, bagaimana reaksi Siti?

Siti Nurhayati Tidak Gentar

Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati mendapatkan ancaman atau teror dari nomor dan akun media sosial yang tak dikenal.

Siti Nurhayati mendapatkan teror setelah mengunggah video yang membahas terkait aktor intelektual dalam kasus aktivis KontraS, Andrie Yunus yang masih belum terungkap dari peristiwa penyiraman air keras. 

Baca juga: Ranking FIFA Terbaru Timnas Indonesia Usai Kalah dari Bulgaria, Masih Untung Meski Turun

Video yang diunggah Siti ini dilakukan pascalebaran atau tepatnya Minggu (22/3/2026).

Namun, pukul 15.00 WIB, dia mengaku mendapatkan chat dari whatsapp nomor yang tak dikenal yang isinya adalah menghapus video dan menyebutkan posisi lokasi ibunya saat itu.

"Orang itu mengancam saya bisa senasib dengan bang Andrie jika video yang saya unggah tak dihapus."

"Lalu, pukul 15.00 WIB di hari Minggu itu ada akun yang tak dikenal direct message ke Badko HMI Jabar menyuruh admin menyampaikan ke saya untuk menghapus video yang sudah diunggah dalam feed IG pribadi, jika tidak maka organisasi akan dihancurkan. Kemudian, di komentar-komentar video feed pribadi saya ada narasi yang sama dengan akun berbeda," ujarnya ditemui Tribun Jabar di HMI Jabar, Jalan Sabang, Senin (30/3/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved