Breaking News

Banjir dan Longsor

2 Ekonom USU Komentari Pujian Maruar dan Tito ke Gus Irawan, Wajar Minta Belajar ke Bupati Tapsel

Paidi Hidayat mengakui kunci utama kecepatan warga Tapsel mendapatkan rumah hunian tetap adalah pada kekuatan data dan koordinasi.

TRIBUN MEDAN
EKONOM USU - Dua ekonom dari Universitas Sumatera Utara (USU) Paidi Hidayat danDoli Muhammad Jafar Dalimunthe menyatakan pujian yang dilontarkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjadi bukti ketepatan Pemkab Tapsel dalam menyediakan data. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dua ekonom dari Universitas Sumatera Utara (USU) Paidi Hidayat dan Doli Muhammad Jafar Dalimunthe mengomentarai pujian yang diucapkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian atas kinerja Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam menyajikan data.

Diketahui, Maruarar dan Tito kompak memuji Bupati Tapsel dalam percepatan pemulihan pascabencana.

Maruarar soal pembangunan hunian tetap (huntap) korban banjir Batangtoru, sedangkan Tito perihal kecepatan data untuk warga terdampak.

SERAHKAN HUNTAP - Menteri PKP Maruarar Sirait menyerahkan huntap warga korban banjir di Batangtoru, Tapsel, Jumat (27/3/2026). 
SERAHKAN HUNTAP - Menteri PKP Maruarar Sirait menyerahkan huntap warga korban banjir di Batangtoru, Tapsel, Jumat (27/3/2026).  (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

Kecepatan pendataan korban

Paidi Hidayat mengakui kunci utama kecepatan warga Tapsel mendapatkan rumah hunian tetap adalah pada kekuatan data dan koordinasi.

“Kita lihat di daerah lain memang masih terus berproses tidak seperti Tapsel yang sudah menyerahkan bantuan ke warga terdampak,” kata Ketua ISEI Sumut ini, Selasa (31/3/2026).

Menurut dia, dalam setiap kali bencana pemerintah pusat dan daerah memang harus bergerak cepat.

"Saya kira  Pemkab Tapsel bergerak cepat menyeleseaikan pendataan, kemudian pemerintah pusat pun cepat juga memvalidasi data. Sehingga runut dan detil semua yang harus dilakukan,” katanya.

Selain ketepatan data yang layak menerima bantuan, Paidi juga menilai transparansi penyaluran menjadi bargaining yang paling kuat dalam meyakinkan pemerintah pusat. Transparansi dan bantuan yang tepat sasaran sangat penting.

“Karena selama ini di daerah lain banyak juga kita lihat bantuan menumpuk di posko karena tidak tersalurkan. Sementara di Tapsel koodrinasinya sudah cukup baik,” tuturnya.

Menurut Paidi, persoalan yang terjadi selama ini sangat klasik pada data. “Maka ketika pemerintah pusat baik itu Menteri Dalam Negeri maupun Menteri PKP Maruarar Sirait meyakini data yang diberikan sudah valid, sehingga prosesnya juga cepat. “Inilah bukti kecepatan data itu bisa cepat membantu daerah terdampak bencana,” katanya.

Masalah krusial

RESMIKAN HUNTAP - Menteri PKP Maruarar Sirait meresmikan hunian tetap bagi warga korban banjir di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Jumat (27/3/2026). Ia juga memuji kinerja Bupati Tapsel atas kinerja huntap yang kini sudah bisa dihuni warga.
RESMIKAN HUNTAP - Menteri PKP Maruarar Sirait meresmikan hunian tetap bagi warga korban banjir di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Jumat (27/3/2026). Ia juga memuji kinerja Bupati Tapsel atas kinerja huntap yang kini sudah bisa dihuni warga. (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

Sementara Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, akademisi USU yang juga pengamat manajemen kebijakan publik, mengungkapkan masalah krusial dalam bencana adalah bagaimana kecepatan tanggap darurat, upaya kuratif dan mitigasi.

“Saya kira apa yang disampaikan oleh Menteri Tito dan Menteri Ara (sebutan untuk Maruarar Sirait) adalah base on data. Ini sebagai salah satu kemampuan Bang Gus Irawan mengelola data, meginventarisis dampak serta strong leadershipnya.”

Menurut Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, dalam tiap kali proses bencana terjadi yang diharapkan masyarakat adalah outcome-nya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved