Banjir dan Longsor

AHY Pastikan Bantuan 50 Ton Beras dan Logistik Dikirim via Laut ke Daerah Terisolir di Aceh

50 Ton Beras dan Logistik Dikirim via Laut ke Daerah Terisolir di Aceh.

Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Tria Rizki

AHY Pastikan Bantuan 50 Ton Beras dan Logistik Dikirim via Laut ke Daerah Terisolir di Aceh

TRIBUN-MEDAN.com, BELAWAN - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjangkau daerah terisolir pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Salah satu upaya yaitu adalah pengiriman bantuan logistik melalui jalur laut.

"Logistik harus terus mengalir karena masyarakat terdampak sangat membutuhkan, termasuk obat-obatan. Di sana-sini juga ada kawasan transmigrasi yang terdampak, itu sebabnya Pak Menteri (Transmigrasi) berupaya hadir langsung," ucap AHY saat ditemui awak media di Pelabuhan Belawan, Senin (1/12/2025).

Lanjutnya, AHY menyampaikan bahwa bantuan dari Presiden Prabowo Subianto telah disalurkan. 

"Hari ini, bersama TNI AL khususnya KRI Sutedi Senoputra, kami memberangkatkan sekitar 50 ton beras yaitu terdiri 40 ton dari Kementerian Transmigrasi dan 10 ton dari Kementerian Sosial, ditambah sembako instan dan obat-obatan," ujarnya.

Bantuan tersebut ditargetkan tiba di Loksumawwe dalam 17 hingga 18 jam perjalanan laut, kemudian dilanjutkan ke Idi Rayeuk dalam 5 jam perjalanan berikutnya. 

"Kedua lokasi ini membutuhkan dukungan penuh," lanjut AHY.

Di samping tanggap darurat, AHY menekankan tugas jangka menengahnya adalah memetakan dan memulihkan infrastruktur yang rusak.

"Tugas penting berikutnya adalah membangun kembali infrastruktur yang hancur, memperbaiki jalan rusak, dan menyambung jembatan yang putus. Ini tugas kami," tegasnya.

Untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan, khususnya melalui udara, pemerintah telah mengantisipasi kendala cuaca. 

"Kemarin saya menggelar rapat terbatas dengan Kepala BMKG dan unsur BNPB membahas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Ini penting agar ketika kita akan melakukan dropping logistik, cuaca mendukung, baik untuk pesawat maupun helikopter," katanya.

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana ini adalah upaya bersama yang melibatkan semua sektor.

"Semua punya peran. Kami ingin terus menjadi bagian dari solusi agar masyarakat bisa segera terbantu dan terdampak pulih," pungkasnya.

(Cr9/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved