Banjir dan Longsor

Daerah Terisolir di Tapteng, Butuh 4 Jam Menjemput Sembako dari Desa Parsingkaman

Daerah Terisolir di Tapteng, Butuh 4 Jam Menjemput Sembako dari Desa Parsingkaman.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Tria Rizki

Penelusuran Tribun Medan ke Daerah Terisolir di Tapteng, Butuh 4 Jam Menjemput Sembako dari Desa Parsingkaman

TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Wartawan Tribun Medan berupaya telusuri desa yang masih terisolir. Desa terdekat dari Kabupaten Taput menuju Sibolga adalah Desa Nagatimbul, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah. Lokasi ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki dan memakan waktu sekitar 4 jam. 

Jalan yang dilalui masih banyak yang terkena longsor. Oleh karena itu, para pelintas termasuk warga yang menjemput sembako mesti melalui hutan. Diperkirakan, ada belasan titik longsor dari Kecamatan Adiankoting menuju Sitahuis. 

Tepatnya di Desa Nagatimbul, timbunan longsor berada di depan Hotel Bumi Asih. Diperkirakan, jalanan yang tertutup timbunan longsor sepanjang 1 kilometer. 

Pembersihan material hingga saat ini belum sampai ke perbatasan Taput - Tapteng. Jalanan yang dipenuhi material longsor mau tak mau harus dilalui warga sekitar agar bisa menempuh Desa Parsingkaman. 

Pada pagi hari, mereka berangkat dari kediamannya. Dan, sore hari, mereka kembali sembari membawa bekal di perjalanan. 

Tepat di gapura perbatasan Taput - Tapteng, timbunan longsor tutupi badan jalan bahkan hampir setengah tiang gapura tertutup timbunan longsor

Semua warga yang bergerak dari Kabupaten Tapteng menuju Desa Parsingkaman tetap alami kesulitan bahkan menyabung nyawa. Sembako yang mereka dapatkan adalah bekal bertahan hidup selama akses jalan terbuka. 

Hingga saat ini, pembersihan material longsor masih berlangsung.

Berikut Video Selengkapnya:

 

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved