Berita Viral

KEJUTKAN DUNIA, Rudal Iran Berhasil Hancurkan Pesawat Kontrol dan Kendali Udara AS di Arab Saudi

Sebuah pesawat nomor seri 81-0005 yang dioperasikan oleh Wing Kontrol Udara ke-552 USAF berhasil dirudal Iran.

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/The Oklahoman
Pesawat E-3G Sentry dengan nomor seri 81-0005 mengalami kerusakan berat atau hancur di darat akibat serangan rudal/drone Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, demikian laporan berita The Oklahoman, dilansir Minggu (29/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sebuah pesawat peringatan dini milik Angkatan Udara Amerika Serikat, E-3G Sentry, dilaporkan menjadi target langsung serangan rudal balistik dan drone di Arab Saudi.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas perang antara Teheran dan Amerika-Israel.

Berdasarkan data penerbangan dan militer, pesawat dengan nomor seri 81-0005 adalah Boeing E-3C/G Sentry AWACS (Airborne Warning and Control System) dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

Dilansir dari The Oklahoma, pesawat ini terkait dengan 552nd Air Control Wing yang berbasis di Tinker Air Force Base, Kerajaan Arab Saudi.

"Bahwa pesawat E-3G Sentry dengan nomor seri 81-0005 mengalami kerusakan berat atau hancur di darat akibat serangan rudal/drone di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi," demikian laporan berita The Oklahoman, dilansir Minggu (29/3/2026).

Tembakan ke Pesawat E-3G Sentry
Pesawat E-3G Sentry dengan nomor seri 81-0005 mengalami kerusakan berat atau hancur di darat akibat serangan rudal/drone Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, demikian laporan berita The Oklahoman, dilansir Minggu (29/3/2026).

Berikut adalah spesifikasi umum E-3 Sentry (seri 81-0005):

- Jenis Pesawat: Airborne Early Warning and Control (AEW&C) / AWACS.

- Produsen: Boeing Defense, Space & Security.

- Basis Airframe: Boeing 707-320B Advanced.

- Mesin: 4 × Pratt & Whitney TF33-PW-100A turbofan.

- Radar Utama: Radar pengawasan AN/APY-2 (terletak di kubah/rotodome berputar di atas badan pesawat).

- Fungsi: Komando dan kendali udara, pengawasan radar jarak jauh, dan manajemen pertempuran.

- Kapasitas: Biasanya membawa kru misi (operator radar/teknisi) dan kru penerbangan (pilot/teknisi) dalam jumlah besar (bisa lebih dari 15-20 orang).

- Fitur Khusus: Kemampuan data link aman untuk berbagi informasi real-time dengan komando pusat.

Tragedi Serangan Iran yang Presisi

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved