Berita Viral

KASUS Pembunuhan WNA Singapura di Cilacap Terkuak, Korban Dibunuh 3 Pria dan Dibuang ke Sungai

Kasus pembunuhan SS (80) lansia WNA asal Singapura sudah mendapatkan titik terang. SS dibunuh dan jasadnya dibuang di aliran sungai Citanduy

eva.vn
Ilustrasi mayat. Kasus pembunuhan SS (80) lansia WNA asal Singapura sudah mendapatkan titik terang. SS dibunuh dan jasadnya dibuang di aliran sungai Citanduy 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus pembunuhan SS (80) lansia WNA asal Singapura sudah mendapatkan titik terang. SS dibunuh dan jasadnya dibuang di aliran sungai Citanduy, Cilacap, Jumat (20/2/2026) lalu. 

SS sempat dilaporkan hilang di Jakarta.  

Kapolresta Cilacap Kombes Budi Adhy Buono mengatakan polisi berhasil melakukan identifikasi terhadap jasad korban.  

“Penemuan jasad tersebut menjadi titik awal pengungkapan kasus ini hingga kami berhasil mengidentifikasi korban,” kata Budi saat konferensi pers di Mapolresta Cilacap, Jumat (27/3/2026).

Penelusuran lebih lanjut mengarah pada laporan orang hilang di Jakarta setelah polisi berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya.

“Dari hasil koordinasi, kami menemukan kecocokan antara korban dengan laporan orang hilang di Jakarta,” jelasnya.

Korban diketahui merupakan warga negara Singapura yang selama ini menetap di rumah keluarganya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Baca juga: IRAN Izinkan Kapal Spanyol, Thailand, dan Malaysia Lewat Selat Hormuz, Bagaimana dengan Indonesia?

Baca juga: Dua Bocah Hanyut di Asahan, Tim SAR Gabungan Lakukan Teknik Penyisiran Bibir Sungai

Berbekal keterangan saksi serta barang bukti yang ditemukan, aparat kepolisian akhirnya berhasil mengungkap identitas para pelaku.

Dua pelaku berinisial H dan K berhasil diamankan pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah Cilacap.

Sementara satu pelaku lainnya berinisial A masih dalam pengejaran.

“Kami telah menangkap dua orang pelaku, sedangkan satu lainnya yang diduga sebagai otak kejahatan masih dalam pencarian,” tegas Budi.

Dalam aksi tersebut, pelaku H berperan sebagai eksekutor yang melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan batang bambu sepanjang sekitar satu meter.

Korban dipukul pada bagian leher hingga tidak berdaya, sementara pelaku K membantu dengan membekap mulut korban agar tidak berteriak.

“Korban dipukul hingga lemah dan dibungkam agar tidak melawan,” ungkap Kapolresta.

Setelah korban tidak berdaya, tubuh korban kemudian dililit menggunakan lakban pada bagian tangan, kaki, serta mata.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved