Berita Viral

Kisah Pilu Bocah 9 Tahun Dibanting Guru Ngaji, Tak Sengaja Lecetkan Mobil

Bocah 9 tahun dibanting guru ngaji di musala wilayah Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur. 

|
TRIBUN MEDAN
DIBANTING- Tangkapan layar menampilkan seorang guru ngaji yang membanting seorang anak 9 tahun di Probolinggo beberapa waktu lalu. Penganiayaan ini lantaran guru ngaji emosi usai melihat anak tersebut menggores mobil kiai pemilik musala. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bocah 9 tahun dibanting guru ngaji di musala wilayah Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur. 

Guru ngajinya yang biasa dipanggil kiai marah gegara mobilnya lecet dibikin oleh korban. 

Korban inisial MFR tak sengaja menggores mobil kiai

Orang tua korban melihat kondisi anaknya sudah dalam kondisi memprihatinkan. 

Orang tua korban membawa kasus ini ke ranah hukum. 

Ayah korban, S, mengatakan peristiwa itu diketahui setelah anaknya mengadu usai buka puasa pada Kamis (19/3/2026).

Saat itu, korban mengaku telah dibanting oleh ustaz yang mengajarinya mengaji.

“Setelah buka puasa, anak saya bilang kalau dibanting oleh ustaznya. Dia juga bilang ada videonya. Setelah sekitar setengah jam, videonya ditunjukkan dan ternyata kejadiannya cukup parah,” katanya, Selasa (24/3/2026) dikutip dari TribunJatim.com.

Baca juga: Cuaca di Sumut Cukup Panas, Ini Penyebabnya Kata BMKG

Baca juga: Puluhan Warga Serbu SPPG Medan Kota, Protes Perekrutan Relawan Dapur

Setelah melihat video tersebut, istrinya kemudian mendatangi musala tempat anaknya mengaji untuk meminta klarifikasi kepada pelaku.

Menurut penjelasan yang diterima keluarga, pelaku mengaku emosi karena korban tidak sengaja menggores mobil milik kiai pemilik musala.

“Istri saya menanyakan apa salah anak saya sampai diperlakukan seperti itu. Katanya karena anak saya melecetkan mobil milik kiai. Padahal waktu itu banyak anak-anak dan kejadian itu tidak disengaja,” ujar ayah korban.

Ia menambahkan, pihak keluarga sempat menerima kedatangan pelaku yang datang untuk meminta maaf sehari setelah kejadian.

Namun, keluarga tetap memutuskan melaporkan kasus tersebut ke polisi karena menilai tindakan pelaku sudah berlebihan.

“Kalau menegur atau mendidik anak seharusnya tidak dengan cara seperti itu. Keluarga sepakat tetap melaporkan karena ini sudah terlalu parah,” tambahnya.

Penyelidikan

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved