Berita Viral

KRONOLOGI Dokter ASN di Aceh Ditemukan Tewas Tangan Terikat Kabel, Pelaku Panik Kepergok Mencuri

Teka-teki kematian tragis dokter Shanti Hastuti di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, akhirnya terungkap.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
PEMBUNUH DOKTER - Pria berinisial D dan Dokter Shanti Hastuti (45). Pelaku tega membunuh dokter Shanti setelah kepergok mencuri di rumah korban di Gayo Lues , Aceh. 

TRIBUN-MEDAN.com - Teka-teki kematian tragis dokter Shanti Hastuti (45), ASN yang bertugas di Puskesmas Pintu Rime, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, akhirnya terungkap.

Ia ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, pada Sabtu (21/3/2026).

Kondisi tangan korban terikat kabel listrik dan mulut disumpal kain hitam. 

Diduga korban sudah meninggal sejak lima hingga tujuh hari sebelum ditemukan.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku pembunuhan berinisial D ditangkap. 

Motif dan Kronologi

Motif pelaku membunuh korban ialah karena korban mengetahui aksi pencurian yang dilakukan pelaku.

Dalam video yang beredar, D mengaku mendatangi rumah korban sekitar pukul 04.00 WIB menjelang sahur untuk mencuri.

Namun, aksinya diketahui korban yang terbangun dari tidur. 

D kemudian mencekik leher korban dan menutup mulutnya menggunakan kain.

Tetangga korban tersebut melarikan diri ke Kutacane, Aceh Tenggara, untuk menghilangkan jejak.

Baca juga: Gubsu Bobby Nasution Wacanakan One Day No Car bagi Seluruh ASN di Pemprov Sumut

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan tim penyelidik Polres Gayo Lues dan Ditreskrimum Polda Aceh.

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo menerangkan korban tinggal sendiri di rumah lantaran berstatus janda.

Jasad pertama kali ditemukan adik korban, Norman, yang berkunjung saat momen Lebaran.

Sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang seperti laptop, sepeda motor, hingga perhiasan.

"Kini ada beberapa barang berharga milik korban dilaporkan hilang dibawa kabur oleh pelaku tersebut, bahkan tim sedang bekerja keras di lapangan, mohon doa dan dukungan dari masyarakat dan keluarga agar bersabar," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved