Berita Nasional
Kondisi Terkini Cak Nun, Noe Letto: Bapak Sudah Waktunya Istirahat, Jangan Diganggu
kondisi terkini budayawan dan tokoh Maiyah, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun.
TRIBUN-MEDAN.com - Akhirnya diungkap putranya, Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto, setelah sosoknya lama tak terlihat di berbagai forum Maiyah, kondisi terkini budayawan dan tokoh Maiyah, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun.
Noe menyampaikan bahwa ayahnya saat ini masih dalam masa pemulihan dan membutuhkan waktu untuk beristirahat total usai bertahun-tahun mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat dalam program Q&A Metro TV yang tayang pada Senin (23/3/2026).
“Bapak sudah waktunya istirahat, jangan diganggu,” kata Noe saat menjawab pertanyaan soal kondisi Cak Nun.
Selama ini Cak Nun telah “mewakafkan” hampir seluruh hidupnya untuk perjuangan sosial, kebudayaan, dan kebangsaan di Indonesia, Noe menegaskan.
“Beliau sudah mewakafkan seumur hidupnya sampai umur segini untuk Indonesia, sekarang lagi recovery, jangan diganggu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas pertanyaan banyak jamaah dan publik yang selama beberapa waktu terakhir menyoroti absennya Cak Nun dari sejumlah kegiatan Maiyah, forum yang selama puluhan tahun identik dengan kehadiran dan gagasan-gagasannya.
Dalam pernyataannya, Noe tak hanya membahas kondisi kesehatan sang ayah, tetapi juga menyinggung soal estafet perjuangan nilai-nilai yang selama ini dibawa Cak Nun.
Ia menyebut, dirinya kini merasa berada pada fase untuk melanjutkan perjuangan itu, meski dengan cara, medan, dan konteks zaman yang berbeda.
“Menurut saya, Bapak sudah mewakafkan hidupnya untuk sebuah perjuangan. Dan saya sekarang waktunya pick up perjuangan itu pada situasi yang berbeda, pada lapangan yang berbeda,” kata Noe.
Noe juga menegaskan bahwa dirinya tidak bergeser dari cita-cita besar yang selama ini diperjuangkan ayahnya.
“Saya berani memastikan bahwa saya tidak bergeser dari cita-cita yang Bapak impikan, Bapak bayangkan, pada fase dan cara yang berbeda tentu saja,” lanjutnya.
Pernyataan itu dibaca sebagai sinyal bahwa nilai-nilai yang selama ini menjadi ruh Maiyah tetap ingin dijaga, meski tidak lagi selalu bertumpu pada kehadiran langsung Cak Nun di ruang-ruang publik.
Noe juga menyampaikan pesan yang cukup tegas kepada generasi muda dan para pengikut gagasan ayahnya.
Ia mengajak publik untuk tidak hanya terus-menerus bertanya tentang kondisi Cak Nun, tetapi mulai mengambil bagian nyata dalam perubahan sosial.
“Kamu kalau pemuda pengen membuat perubahan, do something. Ayo kita gandengan,” ucapnya.
| Alasan Prabowo Tak Akan Setop MBG: Daripada Uang Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Bisa Makan |
|
|---|
| Gaya Gus Yaqut Balik ke Rutan KPK, Pakai Sepatu Kulit Rp 30 Juta hingga Tangan Tak Diborgol |
|
|---|
| Langkah Pemerintah di Tengah Efisiensi, Purbaya Potong Anggaran Kementerian, MBG Tak Akan Disetop |
|
|---|
| Jokowi Tak Akan Berikan Restorative Justice untuk Roy Suryo, Dokter Tifa Masih Punya Kesempatan |
|
|---|
| Bangun Dapur MBG Habis Rp 3,5 M, Hendrik Irawan Ngaku Belum Balik Modal: Insentif Rp 6 Juta Sehari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Cak-Nun-mengalami-pendarahan-otak-dan-dilarikan-ke-rumah-sakit.jpg)