Banjir dan Longsor di Sumatera

SKEMA TERBARU Bantuan Korban Banjir Sumatera, Lauk Pauk Rp 15.000/Orang/Hari dan Perabotan Rp 3 Juta

Pemerintah menyiapkan skema bantuan bagi korban banjir Sumatera, mulai dari bantuan harian hingga pembangunan hunian.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
Kondisi suasana posko tempat pengungsian penyintas banjir di Simpang Kelurahan Sipange-Hutanabolon, Tukka, Tapteng Minggu (14/12/2025). Saat ini sebanyak 9729 jiwa di Tapteng mengalami penyakit ispa. 

Ringkasan Berita:Bantuan Korban Banjir Sumatera
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap bantuan yang disiapkan kepada korban banjir Sumatera.
  • Antara lain, uang lauk pauk Rp 15.000 per orang per hari, bantuan perabotan Rp 3 juta, dan bantuan stimulus ekonomi sebesar Rp 5 juta. 
  • Pendataan dilakukan bupati/wali kota
  • Bantuan ini diberikan kepada warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan, tetapi kehilangan sumber penghidupan, seperti sawah atau ladang yang rusak akibat bencana.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Seratusan ribu warga terdampak banjir Sumatera sampai saat ini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana ekologis itu mencapai 1.201 orang hingga Minggu (25/1/2026). Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan resmi BNPB yang diperbarui secara berkala.

Pemerintah menyiapkan skema bantuan bagi korban banjir di sejumlah wilayah Sumatera, mulai dari bantuan harian hingga pembangunan hunian.

Bantuan tersebut mencakup bantuan perorangan, bantuan perbaikan rumah, hingga relokasi bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana. 

"Ada dua macam, bantuan untuk kerusakan rumah, dan bantuan untuk perorangan," kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (26/01/2026).

Pemerintah memberikan beberapa jenis bantuan perorangan kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut meliputi uang lauk pauk sebesar Rp 15.000 per orang per hari. 

Selain itu, warga juga berhak menerima bantuan perabotan senilai Rp 3 juta serta bantuan stimulus ekonomi sebesar Rp 5 juta.

"Ini diserahkan kepada para bupati/wali kota yang menentukan, apakah orang itu layak untuk mendapatkan bantuan stimulan," ujar Tito.

Bantuan ini dapat diberikan kepada warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan, tetapi kehilangan sumber penghidupan, seperti sawah atau ladang yang rusak akibat bencana.

Bantuan Kerusakan Rumah 

Untuk kerusakan rumah, pemerintah membagi dalam tiga kategori, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat atau hilang. 

Rumah rusak ringan mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta, sementara rumah rusak sedang menerima Rp 30 juta. 

Adapun rumah yang rusak berat atau hilang akibat terbawa banjir dan longsor akan mendapatkan penanganan khusus. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved