Berita Viral
SEBANYAK 8.000 Pasukan TNI Akan Dikirim ke Jalur Gaza Misi Perdamaian, Prabowo: Bukan Lucuti Hamas
Prabowo menunda mengirim pasukan militer ke jalur Gaza dalam misi perdamaian karena situasi Israel-Iran yang masih panas.
TRIBUN-MEDAN.com - Prabowo menunda mengirim pasukan militer ke jalur Gaza dalam misi perdamaian karena situasi Israel-Iran yang masih panas.
Prabowo menjelaskan bahwa pasukan perdamaian itu bukan untuk melucuti senjata Hamas.
Hal pertama adalah perjuangan Indonesia sejak dulu, yakni membela kemerdekaan Palestina.
“Saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina. Saya selalu katakan, dalam pembicaraan saya dengan tokoh-tokoh barat, kita akan ikut (Board of Peace/BoP) dan kita siap kirim pasukan perdamaian, asal saya bilang semua pihak setuju keterlibatan Indonesia,” kata Prabowo dalam keterangan diterima Tribunnews, Jumat (20/3/2026).
Penegasan itu dikemukakan dalam acara Presiden Prabowo Menjawab yang digelar di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Acara berformat diskusi terbuka tersebut menghadirkan sejumlah pakar dan jurnalis senior dan tayang Kamis 19 Maret 2026.
Persetujuan terpenting terkait pengiriman pasukan perdamaian Indonesia, lanjut Prabowo, adalah dari para tokoh Palestina.
Baca juga: Meriahnya Malam Takbiran 2026 di Medan, Lapangan Merdeka Dipadati Warga dan Pawai Mobil Hias
Baca juga: RATU RIZKY Tak Peduli Dicap Gundik Oleh Keluarga Mendiang Tika Mega: Maaf Memang Kita Tidak Selevel
Kedua, persetujuan dari semua negara mayoritas muslim di BoP, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir.
Prabowo juga menegaskan, syarat utama lain dari pengiriman pasukan perdamaian ini adalah persetujuan dari Hamas.
"Dan, saya juga mengatakan, de facto, Hamas harus menerima kita. Itu saya sampaikan. Karena we want to be a peacekeeping force,” tegas Prabowo.
Penegasan tersebut sebagai sebuah pilihan yang memang diberikan untuk setiap anggota BoP.
Prabowo menjelaskan, BoP memberikan kesempatan kepada setiap negara sesuai dengan batasan nasional (national caveats). Artinya, keberatan-keberatan nasional boleh dihormati.
Mengenai national caveats ini, Prabowo mencontohkan, setiap negara berhak ikut maupun tidak ikut terhadap agenda BoP.
Dalam kaitan ini, Indonesia memilih untuk berkontribusi pada pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.
Dan dalam pilihan ini, Prabowo menegaskan Indonesia tak akan berkonfrontasi dengan Hamas.
| BAHLIL Lahadalia Dijuluki Pangeran Hormuz Karena Tak Naikkan Harga BBM Saat Harga Minyak Dunia Mahal |
|
|---|
| NASIB Karier Kajari Karo Danke Rajagukguk Ditarik ke Kejagung Untuk Evaluasi Atas Kasus Amsal Sitepu |
|
|---|
| NASIB MZ Mahasiswa Untirta Serang Berulang Kali Rekam Dosen di Toilet, Isi HP Penuh Video Mengintip |
|
|---|
| AKHIRNYA Preman yang Bacok Ayah Pengantin Gegara Tak Diberi Uang Rp 500 Ribu Ditangkap |
|
|---|
| KRONOLOGI Keluarga Pasien BPJS Cekcok dengan Perawat, Keluarga Kesal Dibentak Gegara Jam Besuk Habis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Prabowo-minta-usus-kasus-air-keras.jpg)