Berita Nasional
Bongkar Peran Roy Suryo di Buku Jokowi's White Paper, Rismon Sianipar: Cuma Tulis 50 Halaman
Rismon Sianipar secara terbuka menyebut bahwa pakar telematika Roy Suryo hanya menulis sekitar 50 halaman
TRIBUN-MEDAN.com - Kontroversi seputar buku Jokowi’s White Paper kembali mencuat setelah ahli digital forensik, Rismon Sianipar, mengungkap fakta terbaru terkait proses penyusunan buku tersebut.
Dalam pernyataannya, Rismon Sianipar secara terbuka menyebut bahwa pakar telematika Roy Suryo hanya menulis sekitar 50 halaman dari total keseluruhan buku yang mencapai kurang lebih 700 halaman.
Buku yang juga melibatkan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma itu sebelumnya diklaim sebagai hasil kajian mendalam terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Namun, Rismon menyayangkan kontribusi Roy Suryo yang menurutnya sangat minim, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Ia bahkan menilai metode kerja yang digunakan tidak mencerminkan standar seorang peneliti profesional.
Tulisan Dikirim Lewat WhatsApp, Bukan Format Ilmiah
Rismon mengungkapkan bahwa proses penyerahan tulisan dari Roy Suryo tidak dilakukan dalam format resmi seperti dokumen ilmiah. Sebaliknya, materi tersebut dikirimkan melalui pesan WhatsApp.
"Tulisan Anda 50 halaman pertama yang pada buku Jokowi's White Paper yang Anda kirimkan berupa tulisan dalam WA (WhatsApp), bukan lampiran dalam (format) Word Document."
Ia menjelaskan bahwa dirinya harus melakukan proses tambahan untuk merapikan tulisan tersebut agar layak dimasukkan ke dalam buku.
"Kemudian saya lakukan export, saya kopi pesan-pesan Anda tersebut yang dikirimkan Bu Tifa, lalu saya kirimkan ke email lalu saya tata dalam bentuk Word Document. Saya lay out sendiri, saya melakukannya untuk Anda," katanya.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa kontribusi Roy Suryo tidak hanya terbatas secara jumlah halaman, tetapi juga belum dalam bentuk siap publikasi.
Dalam konteks akademik, hal ini dianggap tidak lazim karena penulisan ilmiah umumnya mengikuti format baku seperti struktur metodologi, hasil, dan pembahasan.
Dinilai Tidak Layak Disebut Riset Ilmiah
Lebih jauh, Rismon Sianipar menilai isi tulisan Roy Suryo tidak memenuhi standar sebagai riset ilmiah, khususnya dalam bidang digital forensik.
Menurutnya, tulisan tersebut lebih menyerupai artikel populer yang biasa ditemukan di media massa atau platform online.
"Tulisan Anda Pak Roy Suryo bagi saya hanya sekadar artikel-artikel seperti yang ada di artikel online. Bukan merupakan kajian ilmiah digital forensik yang mendalam dan obyektif."
| Saiful Mujani Serukan Jatuhkan Presiden Prabowo, Seskab Teddy Respons Singkat |
|
|---|
| Beban Whoosh Bikin Tekor, WIKA Rugi Rp 1,8 Triliun Tiap Tahun, Utang Rp 5,2 T Masih Menghantui |
|
|---|
| Ada Wajah Rismon di Video Pendanaan Ijazah, Kubu JK: Dibiarkan Beberapa Hari, Baru Dibantah |
|
|---|
| Nasib Kapal Tanker Indonesia Masih Tertahan di Selat Hormuz, Iran: Musuh Tak Diizinkan |
|
|---|
| Di Balik Kedatangan Anies ke Rumah SBY di Cikeas, Buat Kader Demokrat Kaget |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rismon-sianipar-jokowi-buku-roy-suryo-tribunmedan.jpg)