Berita Nasional

Nasib Kapal Tanker Indonesia Masih Tertahan di Selat Hormuz, Iran: Musuh Tak Diizinkan

Pernyataan ini memberikan kejelasan di tengah berbagai spekulasi yang beredar terkait potensi penutupan jalur tersebut.

TRIBUN MEDAN/Istimewa/X
DUA kapal tanker minyak Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz, hingga saat ini diplomasi terus berjalan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan kondisi penting mengenai situasi terkini di Selat Hormuz di tengah berkecamuknya konflik di kawasan tersebut yang terus menjadi perhatian dunia internasional.

Ia menyoroti bahwa jalur laut tersebut memiliki peran vital dalam arus distribusi energi global sehingga setiap perkembangan di wilayah itu berdampak luas.

Boroujerdi menegaskan bahwa hingga saat ini Selat Hormuz tidak ditutup, meskipun situasi keamanan sedang mengalami peningkatan kewaspadaan.

Pernyataan ini memberikan kejelasan di tengah berbagai spekulasi yang beredar terkait potensi penutupan jalur tersebut.

Jalur perdagangan strategis tersebut tetap beroperasi, namun dengan penerapan protokol keamanan khusus selama masa perang yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keselamatan pelayaran.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab Iran dalam memastikan keamanan wilayah perairannya tetap terjaga.

Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi saat menjawab pertanyaan mengenai kapal tanker Indonesia yang hingga saat ini belum bisa melintas Selat Hormuz.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh penutupan jalur, melainkan oleh faktor teknis dan keamanan yang memerlukan penyesuaian.

"Tentu Selat Hormuz tidak tertutup sekarang ini. Iran merupakan pihak yang mana sejak ratusan tahun yang lalu menjadi penyelenggara keamanan dan mengelola keamanan di selat tersebut," kata Boroujerdi saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews.com, Palmerah, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan peran historis Iran dalam menjaga stabilitas kawasan perairan strategis tersebut.

Boroujerdi juga menjelaskan bahwa ketidakamanan yang terjadi di wilayah itu merupakan dampak dari pihak luar yang melakukan invasi terhadap Iran

Ia menekankan bahwa situasi ini bukan sepenuhnya berasal dari kebijakan domestik Iran, melainkan akibat dinamika geopolitik yang lebih luas.

Meski begitu, Iran tetap menjamin keselamatan jalur bagi negara-negara sahabat yang menjalin hubungan baik dengannya.

Jaminan ini menjadi bentuk komitmen Iran dalam menjaga kerja sama internasional di tengah situasi sulit.

Namun, ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemerintah Iran bagi setiap kapal yang ingin melintas agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved