Makan Bergizi Gratis

HEBOH Penerima MBG Disebut Rakyat Jelata Kurang Bersyukur, Usai Viral Pegawai SPPG Minta Maaf

Pegawai SPPG, Dyah Fatmi Asih itu menghina penerima MBG sebagai rakyat jelata yang kurang bersyukur.

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Tangkapan layar story WhatsApp Dyah Fatmi Asih, mantan karyawan SPPG Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. Ia dipecat usai viral menyindir penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai rakyat jelata yang kurang bersyukur.(KOMPAS.COM/Tangkapan Layar) 

TRIBUN-MEDAN.com - Media sosial diramaikan penghinaan yang dilakukan oleh seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Pegawai bernama Dyah Fatmi Asih itu menghina penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai rakyat jelata yang kurang bersyukur.

Setelah viral di medsos, Dyah Fatmi Asih disebut minta maaf.

Awalnya Dyah mengunggah foto sejumlah karyawan SPPG saat tengah berpose melakukan peregangan di status WhatsApp. 

Dalam cerita yang ia unggah, Dyah menuliskan keterangan: “Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur, ehhh.” 

Tangkapan layar unggahan tersebut lantas menyebar dan menjadi viral hingga muncul video editan menggunakan Kecerdasan Buatan (KB). 

Koordinator SPPG Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra mengungkapkan kejadian tersebut dilakukan oleh salah satu karyawan SPPG Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. 

“Postingan diunggah melalui status WA pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Kemudian mulai ramai diperbincangkan sejak malam itu sampai hari ini,” kata Mei saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026). 

Mei mengungkapkan, yang bersangkutan telah diberi sanksi diberhentikan oleh Kepala SPPG dan Yayasan Samingah Mendidik Indonesia yang menaunginya. 

“Yang bersangkutan sudah membuat video klarifikasi permohonan maaf. Kemudian Kepala SPPG bersama mitra yayasan melakukan evaluasi untuk seluruh pihak yang ada di dalam SPPG,” terang dia. 

Mei mengimbau seluruh SPPG untuk lebih bijak dalam membuat dan membagikan konten di media sosial. 

Konten yang dipublikasikan diharapkan tidak merugikan atau menyinggung pihak lain, serta tetap menjaga etika dan nilai positif. 

“Selama libur Lebaran, SPPG berhenti beroperasi dan akan kembali aktif setelah Idul Fitri di tanggal 31 Maret 2026,” ujarnya. 

Minta Maaf Setelah Viral 

Usai viral hingga dipecat, karyawan SPPG yang sindir penerima manfaat MBG sebagai rakyat jelata yang kurang bersyukur memberikan klarifikasi sebagai berikut: 

“Assalamualaikum warakhmatullah wabarokatuh, saya atas nama Dyah Fatmi Asih secara pribadi dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat MBG dan masyarakat luas atas pernyataan saya yang menyebut penerima manfaat sebagai rakyat jelata. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved