Berita Nasional

Dapur MBG di Ponorogo Terbongkar Kezaliman Pemiliknya, Kondisi Juga Kotor hingga Bau

Nanik berpendapat, perbuatan pemilik yayasan yang menaungi SPPG itu sungguh tidak manusiawi dan tidak pantas.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Siswa menunjukkan paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterimanya di SMA Negeri 21, Medan, Sumatra Utara, Jumat (17/10/2025). Menu spesial MBG kali ini nasi goreng telur ceplok yang disajikan serentak di seluruh Indonesia, bertepatan memperingati hari ulang tahun Presiden Prabowo. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kezaliman pemilik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ponorogo, Jawa Timur akhirnya terbongkar, sehingga ditutup.

Pemilik dapur MBG tersebut tega melakukan pemotongan anggaran menu yang cukup signifikan. Dari yang seharusnya sebesar Rp10 ribu per porsi, anggaran tersebut dipangkas menjadi hanya Rp6.500 per porsi.

Pemangkasan dana ini tentu berdampak langsung pada kualitas dan jumlah makanan yang diterima para siswa.

Akibatnya, para siswa yang menjadi penerima manfaat program tersebut tidak memperoleh hak mereka secara maksimal.

Baca juga: Ditantang Buktikan Ijazah Jokowi, Roy Suryo Mendadak Mengaku Tak Punya Kontak Rismon: Diblokir

Tak berhenti di situ, dua orang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas di dapur MBG tersebut juga menerima tekanan dan intimidasi apabila tidak menuruti keinginan dari pemilik.

Pada akhirnya mereka sering menanggung kekurangan biaya dari kantong pribadi agar makanan yang disajikan kepada siswa terlihat layak dan pantas.

Kezaliman pemilik dapur MBG di Ponorogo tersebut akhirnya sampai ke telinga Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang. 

Baca juga: Alasan Polisi 5 Hari Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus yang Terekam CCTV Belum Tertangkap

Pemangkasan Anggaran

Badan Gizi Nasional (BGN) mendapati adanya pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang curang dengan memotong bujet program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Rp 10.000 per porsi menjadi Rp 6.500 per porsi.

Selain itu, pemilik yayasan yang menaungi sejumlah dapur MBG di Jawa Timur tersebut juga mengaku sebagai cucu menteri.

Temuan ini bermula saat dua kepala SPPG di bawah naungan Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara mengejar Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang sampai ke Blitar, Jawa Timur, pada akhir pekan lalu.

Kedua orang itu adalah Rizal Zulfikar Fikri selaku Kepala SPPG Ponorogo Kauman Somorto dan Syafi'i Misbachul Mufid selaku Kepala SPPG Ponorogo Jambon Krebet.

Baca juga: Inara Rusli dan Insanul Fahmi Terancam Jadi Tersangka, Polisi Temukan Unsur Pidana Laporan Mawa

Rizal dan Syafi'i meminta perlindungan kepada Nanik.

Sebab, selama berbulan-bulan, mereka bersama pengawas gizi, dan pengawas keuangan selalu ditekan dan diintimidasi yayasan yang menaungi mereka.

Bahkan, sang pemilik yayasan juga mengaku bahwa dirinya adalah cucu menteri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved