Makan Bergizi Gratis

Viral MBG Baru Diantar ke Sekolah Jelang Tengah Malam, BGN Tutup 2 SPPG di Sulsel

Media sosial diramaikan video yang memperlihatkan keterlambatan distribusi menu MBG hingga malam hari.

|
Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kiri) bersama Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang (kedua kanan) mengikuti rapat dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Rabu (12/11/2025). Nanik menyampaikan 2 SPPG di Sulawesi Selatan disetop sementara karena terlambat kirim MBG sampai malam hari. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUN-MEDAN.com - Media sosial diramaikan video yang memperlihatkan keterlambatan distribusi menu MBG hingga malam hari.

Peristiwa ini terjadi di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berdasarkan unggahan @makassar_iinfo pada Minggu (14/3/2026), disebutkan bahwa SPPG yang mengirimkan paket MBG tersebut terlambat karena baru membeli susu pukul 22.00 WITA.

Hal tersebut membuat siswa SMAN 23 Makassar yang ingin mengambil MBG tersebut akhirnya buka puasa dan tarawih di sekolah.

Setelah tarawih selesai, MBG yang dinantikan pun tak kunjung datang.

Menu MBG itu akhirnya datang pada tengah malam.

"Namun setelah tarawih selesai, MBG tersebut juga belum datang. Akibatnya banyak siswa/i yang sudah menunggu sejak sore hari harus tetap antre di gedung SMAN 23 Makassar hingga hampir pukul 24.00," demikian keterangan video tersebut.

Baca juga: Kelapa Utuh Masih Jadi Menu MBG, 9 SPPG di Jatim Dihentikan Sementara

Merespons hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dua SPPG di Sulsel karena terlambat mengirim MBG sampai malam hari.

Dua SPPG tersebut yakni SPPG Biringkanaya Sudiang 2 di Kota Makassar dan SPPG Bungoro Samalewa 1 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Operasional kedua SPPG itu dihentikan sementara mulai 16 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut. 

Dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026), langkah ini diambil setelah BGN menerima laporan pengaduan dan melakukan investigasi awal terkait dugaan kelalaian dalam proses quality control (QC) serta kesiapan operasional distribusi di lapangan. 

Hasil pemantauan menunjukkan bahan baku belum siap dan proses pengemasan tidak berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). 

Kondisi ini menyebabkan keterlambatan distribusi paket MBG ke sejumlah sekolah penerima manfaat. 

Bahkan, pada salah satu kejadian, distribusi baru dilakukan hingga malam hari. 

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menegaskan bahwa pihaknya memandang serius setiap gangguan dalam pelaksanaan program MBG karena berkaitan dengan pelayanan langsung kepada penerima manfaat di sekolah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved