Berita Internasional

Rudal Iran Gempur Pangkalan Pesawat Tempur AS di Arab Saudi, Hamas Minta Stop Serang Negara Tetangga

Serang Iran melalui rudalnya gempur pangkalan pesawat tempur Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi.

khaberni/tangkap layar
RUDAL ANTARBENUA - Rudal antarbenua milik Iran, Khaybar yang dilaporkan sudah digunakan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk menyerang Tel Aviv, Israel pada Minggu (22/6/2025). Iran menyerang dengan rudal tersebut sebagai tanggapan atas serangan langsung Amerika Serikat ke 3 fasilitas nuklirnya, pada Sabtu (21/6/2026) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com - Serang Iran melalui rudalnya gempur pangkalan pesawat tempur Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi.

Iran terus melancarkan serangannya. Kali ini tujuannya adalah sebuah pangkalan AS yang memuat pesawat tempur di Arab Saudi.

Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal yang menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) di pangkalan utama Al Kharj, Arab Saudi, Sabtu (14/3/2026) malam.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut serangan tersebut diarahkan ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang menurut mereka digunakan untuk mendukung operasi jet tempur Amerika.

IRGC lebih lanjut mengatakan, pangkalan itu digunakan untuk menampung pesawat tempur F-35 dan F-16, serta menjadi lokasi penyimpanan tanker bahan bakar.

Sejauh ini belum ada konfirmasi langsung dari Pemerintah Arab Saudi mengenai serangan tersebut.

Namun sebelumnya, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan telah mencegat enam rudal balistik yang mengarah ke wilayah Al Kharj.

Arab Saudi juga sebelumnya berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone yang diluncurkan ke pangkalan tersebut selama konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Riyadh merupakan sekutu dekat Amerika dan menampung sejumlah besar pasukan AS di wilayahnya.

Kota itu beberapa kali menjadi target serangan Iran, termasuk serangan terhadap industri minyaknya.

Meski demikian, hingga kini Arab Saudi belum mengerahkan militernya untuk melawan langsung Republik Islam Iran.

Sebelumnya, otoritas Saudi juga mengecam serangan Iran terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk sebagai tindakan tercela.

Hamas minta Iran setop serang negara tetangga

Sementara itu, Hamas pada Sabtu (14/3/2026) menyerukan Iran untuk berhenti menargetkan negara-negara tetangga.

"Sambil menegaskan hak Republik Islam Iran untuk menanggapi agresi ini dengan segala cara yang tersedia sesuai dengan norma dan hukum internasional, gerakan ini menyerukan kepada saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga," kata Hamas, dikutip dari AFP.

Hamas juga menyerukan kepada komunitas internasional agar menghentikan perang sesegera mungkin

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved