Ijazah Jokowi

Jokowi Nyatakan Terima Maaf Rismon, Siapa 3 Orang yang Tak Diampuni Terkait Tuduhan Ijazah Palsu?

Jokowi mengatakan menerima permintaan maaf yang disampaikan secara langsung oleh Rismon Sianipar.

Editor: Juang Naibaho
HO/Tribun-medan.com
Mantan Presiden RI Jokowi menerima permintaan maaf yang disampaikan secara langsung oleh Rismon Sianipar. (KOMPAS.com/Labib Zamani-Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudi) 

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan Presiden RI Jokowi buka suara setelah menerima kedatangan ahli forensik digital, Rismon Sianipar, di rumahnya di Sumber, Solo, Jawa Tengah.

Jokowi mengatakan menerima permintaan maaf yang disampaikan secara langsung oleh Rismon Sianipar.

"Ya, kemarin telah datang Pak Rismon Sianipar ke sini, ke kediaman saya. Dan saya menerima permohonan maaf Pak Rismon," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026). 

Kedatangan peneliti tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi hasil penelitiannya terkait buku berjudul Jokowi’s White Paper sekaligus memohon maaf secara langsung. 

Terkait upaya hukum berupa pengajuan restorative justice yang diinginkan pihak Rismon, Jokowi menyatakan tidak akan mencampuri urusan teknis tersebut. 

Ia memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada tim penasihat hukumnya. 

Jokowi menegaskan, keputusan akhir mengenai penghentian perkara melalui keadilan restoratif merupakan ranah penyidik kepolisian.

Menurutnya, proses tersebut harus mengikuti prosedur yang berlaku di instansi terkait. 

"Nanti untuk urusan restorative justice-nya saya serahkan kepada penasihat hukum saya karena itu kewenangan dari Polda Metro, kewenangan penyidik yang ada di Polda Metro Jaya," ungkap Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini menceritakan bahwa suasana pertemuannya dengan Rismon berlangsung secara wajar tanpa ada ketegangan khusus.

"Ya biasa saja. Acaranya biasa," ucap Jokowi singkat.

Siapa 3 Orang yang Tak Diampuni Jokowi?

Langkah Jokowi memaafkan Rismon Sianipar memunculkan pertanyaan baru tentang tiga orang yang sebelumnya dikatakan tidak akan diampuni terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI tersebut.

Adapun hal itu disampaikan Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara-JP) Willem Frans Ansanay usai menemui Jokowi di Solo pada Jumat 19 Desember 2025.

Saat itu, Willem mengatakan Jokowi siap memaafkan beberapa terlapor pencemaran nama baik, kecuali 3 orang.

Willien menyebut tiga nama yang tidak dimaafkan Jokowi itu dinilai sudah terlalu ekstrem. Di mana mereka tetap ngotot menyebut ijazah palsu meski sudah ditunjukkan yang asli.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved