Berita Nasional
Harta Kekayaan Ikrar Nusa Bhakti, Profesor dan Mantan Dubes Diremehkan Abu Janda saat Debat
Disiarkan di kanal YouTube Official iNews, diskusi bertajuk Perang Meluas, Kita Harus Bagaimana? ini.
TRIBUN-MEDAN.com - Berakhir dengan panas debat antara penggiat media sosial Heddy Setya Permadi alias Abu Janda dengan Profesor Ikrar Nusa Bhakti.
Terkait perang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya Israel melawan Iran yang sudah terjadi sejak 28 Februari 2026 keduanya beradu argumen.
Disiarkan di kanal YouTube Official iNews, diskusi bertajuk Perang Meluas, Kita Harus Bagaimana? ini.
Pembahasan yang awalnya membahas masalah perah kemudian meluas diungkitnya sejarah jasa AS terhadap kemerdekaan Indonesia.
Momen tersebut kemudian diwarnai Abu Janda meremehkan pengetahuan dari Profesor Ikrar.
"Jagoan gue daripada lo pastilah udah," katanya.
Abu Janda menilai Profesor Ikrar membawa perasaan dan memiliki sentimen negatif terhadap AS
Ia tidak terima AS dijelek-jelekkan sebagai sebuah negara.
"Lo terlalu baper Pak. Dari tadi lue kalau komentar terlalu baper. Jangan bawa-bawa perasaan. Lo tidak suka Amerika. Saya nggak ada urusan sama perasaan lo," tegasnya.
Profesor Ikrar dengan tenang menanggapi hal tersebut. Ia mengajak Abu Janda agar objektif melihat kondisi saat ini.
"Anda pikir Amerika itu negara yang baik?" ujarnya.
Debat panas merembet dengan melibatkan Pakar hukum tata negara dari Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Feri Amsari.
Pada akhirnya Abu Janda diusir dari panggung diskusi oleh pembawa acara Aiman Witjaksono.
Siapa Ikrar Nusa Bhakti?
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Ikrar lahir di Jakarta pada 27 Oktober 1957 silam.
Kini ia berusia 69 tahun.
Ikrar menghabiskan masa kecilnya di Ibu Kota Jakarta.
| Menkeu Purbaya Tambah Subsidi Energi Rp100 Triliun Upaya Prabowo Tahan Harga BBM Tak Naik |
|
|---|
| Beda WFH ASN dengan Pegawai Swasta, Simak 8 Poin Penting Ini, Soal Gaji, Jadwal hingga Cuti |
|
|---|
| Resmi Diterbitkan, WFH 1 Kali Seminggu untuk Karyawan Swasta dan BUMN, 8 Sektor Ini Perlu Hadir |
|
|---|
| Alasan Kebijakan Pemerintah Tidak Menaikkan Harga BBM, Padahal di Negara Lain Sudah Mahal |
|
|---|
| Menteri ESDM Bahlil Lahadalia : Kalau BBM Naik, Harganya Tidak Terlalu Jauh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pengamat-politik-senior-Ikrar-Nusa-Bhaktis.jpg)