Berita Viral

MENTERI Bahlil Lahadalia Jamin Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Hingga Lebaran

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM hingga Lebaran tidak mengalami kenaikan. 

Tangkapan layar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM hingga Lebaran tidak mengalami kenaikan.  

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM hingga Lebaran tidak mengalami kenaikan. 

Isu kenaikan harga BBM mulai menjadi perbincangan akibat perang Iran vs Israel. 

Menteri Keuangan sempat memberi sinyal akan ada kenaikan harga BBM dampak perang di Timur Tengah. 

Namun, Bahlil memastikan pemerintah tidak melakukan kenaikan harga BBM hingga Lebaran. 

"Pemerintah kemarin kita juga melakukan pembahasan dengan Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa). Saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM sampai dengan hari raya Insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa," tegas Bahlil di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: PENGAKUAN Sule Bikin Vlog di Rumah Duka Vidi Aldiano, Kini Minta Maaf dan Video Sudah Dihapus

Baca juga: Mahfud MD Tanggapi Serius Perintah Panglima TNI soal Seluruh Prajurit Siaga 1

Negara Siap Tambah Subsidi

Bahlil menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk pasang badan meskipun harga minyak mentah dunia (crude oil) sedang merangkak naik akibat ketegangan geopolitik. 

Jika harga pasar terus melambung, opsi menambah anggaran subsidi menjadi langkah nyata yang akan diambil.

"Jadi negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tapi untuk subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga. Ya kalau terus terjadi (kenaikan harga dunia), pasti dampaknya di anggaran pemerintah akan menambah anggaran untuk subsidi," jelasnya.

Selain menambah bantalan subsidi, pemerintah kini tengah memitigasi risiko jangka panjang dengan mempercepat transisi ke energi nabati guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Strategi Alihkan Impor dari Selat Hormuz

Menanggapi ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Bahlil mengungkapkan langkah strategis pemerintah dalam mengamankan pasokan.

Mengingat Iran menutup Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak—pemerintah telah mengalihkan sumber impor.

"Sekitar 25 persen impor minyak kita bersumber dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz. Kita sudah mengalihkan antisipasinya ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz. Jadi relatif clear-lah," ungkap Bahlil.

Ia menjamin pasokan energi nasional dalam posisi aman untuk satu hingga dua bulan ke depan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved