Berita Viral

Mahfud MD Tanggapi Serius Perintah Panglima TNI soal Seluruh Prajurit Siaga 1

Mantan Menkopolhukam Mahfud MD menanggapi isu TNI Siaga 1 dengan keyakinan adanya ancaman serius.

Editor: AbdiTumanggor
Dok.Puspen TNI
GEMPA MYANMAR: Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memerintahkan kesiapan pasukan dan alutsista untuk mendukung misi kemanusiaan ke Myanmar pasca-gempa bumi yang melanda negara tersebut. Perintah ini disampaikan Panglima TNI di Wisma A. Yani, Menteng, Minggu (30/3/2025). (Dok.Puspen TNI) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Mantan Menkopolhukam Mahfud MD menanggapi isu TNI Siaga 1 dengan keyakinan adanya ancaman serius.

Ia menegaskan perintah tersebut tidak mungkin dikeluarkan tanpa alasan kuat.

Ancaman ini dikaitkan dengan situasi keamanan yang memerlukan kesiapsiagaan tinggi, termasuk potensi krisis energi dan dampak perang.

Adapun Siaga 1 itu bisa berupa indikasi situasi darurat atau ancaman nyata, yang bukan prosedur rutin. 

Sementara, dalam konteks ancaman itu bisa meliputi risiko keamanan nasional, krisis energi, dan dampak konfrontasi global. Apalagi ini menjelang momen mudik Lebaran.

Oleh karena itu, Mahfud MD meninlai ada alasan serius dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.   

Menurut dia, sudah ada mekanisme dan perhitungan tersendiri untuk mengeluarkan perintah TNI Siaga 1, termasuk adanya ancaman serius setelah dilakukan telaah laporan intelijen dan situasi di lapangan.

Penjelasan ini disampaikan Mahfud MD dalam podcast/siniar Terus Terang yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official, Senin (9/3/2026).

"Siaga 1 itu artinya semua kekuatan militer itu harus siap siaga, menjaga setiap kemungkinan. Kalau Siaga 2 itu sebagian bersiaga, sebagian normal-normal saja. Kalau Siaga 3 itu ya biasa-biasa aja, gak ada apa-apa," kata Mahfud MD.

"Kalau sudah betul-betul sampai ada perintah Siaga 1, itu berarti terjadi sesuatu yang serius dan tentunya itu sudah dibicarakan lebih dulu. Nggak mungkin kan, seorang panglima itu tiba-tiba bangun tidur mengeluarkan perintah Siaga 1?"

"Pasti ada mekanismenya, sesuatu perlu Siaga 1 itu ukurannya apa saja."

"Ada sesuatu yang mengancam dan sifatnya serius. Itu berdasar laporan intelijen, situasi di masyarakat bagaimana dan sebagainya itu sudah dihitung semuanya."

Baca juga: BERIKUT Spesifikasi Rudal BrahMos yang Dibeli Indonesia dari India Senilai Rp7,2 Triliun

Kemudian, Mahfud MD menyoroti soal dugaan yang mencuat bahwa Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak tidak mengetahui instruksi TNI Siaga 1.

Menurutnya, seorang KSAD adalah salah satu pihak yang seharusnya paling tahu soal instruksi tersebut.

Oleh karenanya, jika sampai ada dugaan bahwa KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak tidak mengetahui perintah TNI Siaga 1, menurut Mahfud, maka sebaiknya masyarakat perlu mengamati lagi perkembangan terkait instruksi tersebut ke depan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved