Berita Viral

SOSOK Andie Dinialdie Ketua DPRD Sumsel, Rumah Dinasnya Dianggarkan Meja Biliar Rp 500 Juta

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie disebut mengusulkan pengadaan meja biliar di rumah dinasnya. 

TRIBUN MEDAN
ANGGARAN MEJA BILIAR - Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie yang juga Ketua POBSI Sumsel, pada salah satu momen turnamen POBSI Cup dengan total hadiah Rp 61 juta beberapa waktu lalu. (Dokumen/Andie Dinialdie) 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie disebut mengusulkan pengadaan meja biliar di rumah dinasnya. 

Pengadaan ini membuat warga geram. Sebab, anggaran meja biliar itu mengeruk APBD mencapai hampir Rp 500 juta. 

Sekretariat DPRD Sumsel telah mengusulkan dua unit meja biliar di rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel.  

Sekretaris DPRD Sumsel, H Aprizal, mengungkapkan, pengadaan meja biliar tersebut adalah usulan pimpinan DPRD Sumsel yang sudah dibahas sebelumnya.

Rencananya, kedua meja biliar berharga fantastis tersebut akan ditempatkan di rumah dinas pimpinan dewan.

Meja biliar adalah meja khusus yang digunakan untuk bermain permainan biliar (pool, snooker, atau carom).

Ciri-ciri meja biliar, permukaan meja dilapisi kain khusus (biasanya berwarna hijau) agar bola dapat bergerak dengan halus, di bawah kain terdapat lempengan batu (slate) supaya permukaan meja rata, di sekeliling meja ada bantalan karet untuk memantulkan bola, dan pada beberapa jenis meja terdapat 6 lubang (pocket) di sudut dan tengah sisi meja untuk memasukkan bola.

"Iya, itu usulan dari pimpinan, bukan dari Sekretariat," kata Aprizal, Minggu (8/3/2026), sebagaimana dikutip dari TribunSumsel.com.

Baca juga: Jadi Prioritas Tahun Ini, Pemkab Langkat Siapkan Rp 7,1 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Secanggang

Baca juga: Kapolres Labuhanbatu Jalin Silaturahmi dengan Tuan Guru di Persulukan Al-Barokah

Aprizal menjelaskan bahwa usulan pimpinan untuk meja biliar itu sendiri diakuinya cukup wajar karena Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, adalah Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Sumsel.

"Karena Ketua adalah Ketum Biliar Sumsel, jadi wajar," ujarnya.

Meski telah diusulkan, Aprizal memastikan pengadaan meja biliar tersebut belum dilaksanakan hingga saat ini.

"Belum, karena permintaan mereka untuk dianggarkan belum dilaksanakan. Makanya baru dimasukkan ke dalam SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) dan dilihat orang karena sudah masuk e-katalog. Pastinya, ini semua usulan pimpinan masing-masing," paparnya.

Disinggung mengenai alasan hanya dua dari empat pimpinan saja yang akan mendapatkan meja biliar di rumah dinas mereka, Aprizal mengaku belum mengetahui secara pasti dan akan mengecek terlebih dahulu.

"Ya, termasuk usulan pimpinan lainnya akan kami cek, karena informasinya belum valid benar dan akan ditanyakan ke bagian umum dulu," tuturnya.

Sekwan menambahkan, ia pun tidak mengetahui secara pasti adanya perbedaan anggaran bagi dua pimpinan tersebut. Dalam data disebutkan bahwa anggaran untuk Wakil Ketua, Ilyas Panji, lebih besar dibandingkan anggaran yang diperuntukkan bagi Ketua, Andie Dinialdie.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved