Berita Samosir

FAKTA-FAKTA Pembunuhan Nuriati Sinurat di Samosir, Jejak DNA Ungkap Sandiwara Pelaku Mardin Sinurat

Kasus pembunuhan perempuan bernama Nuriati Sinurat (32) menggemparkan warga Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
Foto semasa hidup Nuriati Sinurat, korban pembunuhan di Samosir. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus pembunuhan perempuan bernama Nuriati Sinurat (32) menggemparkan warga Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut).

Nuriati Sinurat sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga medio April 20025.

Tiga bulan setelah laporan itu, jasad Nuriati ditemukan di makam tua terbengkalai yang berada di tengah perladangan jagung milik Mardin Sinurat (45) .

Belakangan Mardin Sinurat ditetapkan sebagai tersangka dugaan pembunuhan Nuriati Sinurat.

Sandiwara Mardin berpura-pura jadi orang pertama yang menemukan mayat dan melaporkannya, tak bisa mengelabui kepolisian.

Polisi menemukan jejak DNA Mardin Sinurat pada jasad Nuriati. Namun, polisi belum menjelaskan secara detail tentang jejak DNA tersebut.

Berikut fakta-fakta tentang pembunuhan di Samosir:

Makam tua di perladangan jagung yang menjadi lokasi penemuan korban pembunuhan, Nuariati Sinurat, di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, masih dipasangi garis kuning polisi pada Minggu (8/3/2026) petang.
Makam tua di perladangan jagung yang menjadi lokasi penemuan korban pembunuhan, Nuariati Sinurat, di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, masih dipasangi garis kuning polisi pada Minggu (8/3/2026) petang. (TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara)

1. Penerima BLT Desa Kemiskinan Ekstrem

Nuriati tinggal bersama ayah dan seorang saudara laki-lakinya. Nuriati sendiri merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Ayahnya, Pandar Sinurat (60), penyandang tuna wicara atau bisu. Sedangkan ibu Nuriati meninggal pada 2021 silam.

Pandar tinggal di sebuah rumah papan tua berwarna kecoklatan dan mulai melapuk yang terlihat usang dimakan usia.

Di dinding rumah itu tertulis sebuah papan bertuliskan “Keluarga Penerima BLT Desa Kemiskinan Ekstrim 2023 Desa Aek Nauli.”

Tak jauh dari rumah tersebut, Nurhayati kini dimakamkan setelah jasadnya ditemukan.

Pandar hanya menunjuk ke arah belakang rumah yang ditumbuhi jagung nyaris layu karena kemarau di Samosir, lalu memberi isyarat. “Di belakang itulah Nurhayati sekarang dimakamkan,” ujarnya melalui bahasa isyarat.

2. Alami Gangguan Mental Sejak Tamat SMA

Silvia Sinurat (20), keponakan Pandar, bercerita, sejak tamat SMA kondisi mental Nuriati mulai menurun. 

Ia sering mengalami perubahan perilaku, bahkan kerap mengamuk ketika bulan purnama.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved