Berita Viral

Bocah SD di Bandung Dibully, Orangtua Diduga Pembully Sesumbar: Anak Saya Gak Akan Dipidana

Dian juga mengaku terkejut dengan sikap salah satu orang tua anak yang diduga terlibat dalam perundungan tersebut.

freepik
Ilustrasi bullying - Seorang bocah berinisial Z (8) diduga menjadi korban perundungan di kawasan Pasirjati, Ujungberung, Kota Bandung. Namun orang tua diduga pelaku pembully justru sesumbar dan menantang tak takut dilapor polisi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang bocah berinisial Z (8) diduga menjadi korban perundungan di kawasan Pasirjati, Ujungberung, Kota Bandung.

Namun orang tua diduga pelaku pembully justru sesumbar dan menantang tak takut dilapor polisi.

Peristiwa terjadi pada 26 Februari 2026 saat korban tengah pergi Salat Tarawih di salah satu masjid di wilayah tersebut.

Ayah korban, Dian Rohimat mengatakan awalnya dia tidak mengetahui kejadian yang menimpa anaknya.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Jadi Pimpinan Baru Iran, Harga Minyak Dunia Meroket, Tembus 108 Dolar AS

Dia justru mengetahui peristiwa itu dari tetangga setelah video kejadian tersebut beredar di media sosial dan whatsapp.

“Awalnya anak saya, saya minta Salat Tarawih. Kejadiannya tanggal 26 Februari. Saya tahu justru dari tetangga karena videonya sudah viral, bukan dari anak saya langsung,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Dian mengaku sempat mencoba menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan dengan melakukan mediasi bersama pihak RT dan RW.

Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Baca juga: KRONOLOGI Kapolsek Kaliwungu AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho Dikeroyok saat Bubarkan Tawuran

“Sudah mediasi juga dengan RT dan RW, tapi hasilnya nihil. Maka, saya berpikir mungkin harus diviralkan dahulu supaya ada perhatian,” ujarnya.

Dian juga mengaku terkejut dengan sikap salah satu orang tua anak yang diduga terlibat dalam perundungan tersebut.

Menurutnya, saat diajak berbicara, orang tua tersebut justru terkesan menantang.

“Bukan menantang secara langsung, tapi seperti bilang ‘silakan saja lapor ke polisi, anak saya juga tidak akan kena pidana’. Itu disampaikan di depan RW, dan saya masih menyimpan chat-nya,” katanya.

Dia menjelaskan, anak yang diduga terlibat dalam perundungan terhadap putranya merupakan anak-anak di lingkungan sekitar dengan usia yang berbeda-beda.

Bahkan, ada yang lebih tua dari korban.

“Ada yang seusia, tapi ada juga yang lebih dewasa. Bahkan ada yang sudah kelas 6 SD. Anak saya sendiri sekarang kelas 2 SD,” ujarnya.

Baca juga: Liga Italia - Keok dari AC Milan, Inter Milan Asuhan Chivu Cuma Jago Lawan Tim Kurcaci

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved