Berita Viral

Sosok Kapten Miswar, Bikin Keluarga Cemas, Hilang Kontak Nakhodai Kapal di Selat Hormuz

Sebagai pelaut profesional, Miswar bekerja sebagai kapten kapal tugboat Mussafah 2 milik perusahaan Abu Dhabi Ports.

TRIBUN MEDAN/Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
CAPTEN MISWAR HILANG- Sumarlin Ahmad (41), adik ipar dari Capten Miswar, saat ditemui Tribun-Timur.com, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 17.21 Wita sore di kediaman Capten Miswar di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapten Miswar membuat keluarganya cemas lantaran belum memberi kabar sejak menahkodai kapal dan belayar di Selat Hormuz, Iran yang kini sedang memanas.

Miswar merupakan seorang pelaut senior asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Semasa hidupnya ia telah menghabiskan waktu 26 tahun untuk berlayar. Miswar merupakan pelaut lulusan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.

Bagi keluarga, ia adalah tulang punggung untuk keluarga besar. Miswar tak hanya menafkahi anak dan istri, namun juga banyak keponakan yang dibantunya sekolah.

Baca juga: KRONOLOGI Siswa dan Wali Murid Tolak Mobil MBG Masuk ke SMPN 2 Sokaraja

“Beliau bukan hanya menafkahi anak dan istrinya. Beberapa sepupu dan kemenakannya juga beliau bantu sekolah,” kata Sumarlin Ahmad (41), adik iparnya saat ditemui Tribun-Timur.com, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 17.21 Wita sore di kediaman Capten Miswar di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang.

Kata Sumarlin, Capten Miswar menikah dengan kakaknya Marliani Ahmad sekitar tahun 2002–2003. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai dua orang anak.

Anak pertama bernama Muhammad Qira’atul Miswar yang kini bertugas sebagai anggota kepolisian. Qirat sapaannya telah berdinas sekitar enam bulan.

Sementara anak kedua bernama Muhammad Ayatullah Miswar. Miswar berasal dari keluarga sederhana di Kabupaten Luwu.

Baca juga: Mama Portu Laporkan Polwan Diduga Mencuri Uang Pelanggan di Salon Kecantikan di Rote Ndao NTT

Orang tuanya tinggal di Desa Balo-Balo, Kecamatan Belopa. Sementara Miswar menghabiskan masa kecilnya di Padang Sappa, Kecamatan Ponrang.

Setelah berkeluarga, sambung Sumarlin, Capten Miswar dan istrinya tinggal di Kelurahan Ponrang.

Lokasi rumahnya persis di bahu jalan poros Makassar-Palopo, sekitar 17 kilometer dari Kota Belopa.

Sebagai pelaut profesional, Miswar bekerja sebagai kapten kapal tugboat Mussafah 2 milik perusahaan Abu Dhabi Ports.

Menurut Sumarlin, selama ini ia lebih sering bertugas di sekitar Pelabuhan Abu Dhabi untuk memandu kapal-kapal besar yang hendak masuk ke pelabuhan.

Baca juga: Arti Siaga 1 TNI, ISESS Jelaskan Bedanya dengan Status Bahaya Nasional

“Selama ini dia biasanya bekerja di area pelabuhan. Ini pertama kalinya dia berlayar sejauh itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Capten Miswar sempat mengutarakan niatnya untuk pensiun melaut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved