Berita Viral

MENTERI Purbaya Buka Opsi Turunkan Anggaran MBG Untuk Opsi Hadapi Harga Minyak Dunia Terus Naik

Menteri Keuangan RI Purbaya Sadewa mulai memikirkan kenaikan harga BBM karena dampak perang Iran vs Israel yang masih panas.

Tangkapan layar Kompas TV
SERANGAN BALIK PURBAYA - Menanggapi sentilan dan kritikan Hasan Nasbi, Menteri Keuangan Purbaya menjawabnya dengan menunjukkan gambar indeks hasil survei kepercayaan masyarakat ke pemerintah justru naik dengan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos atau bak koboi. Purbaya menyerang balik Hasan Nasbi, dengan mengatakan bahwa kini pemerintah stabil di mata masyarakat kecuali di mata Hasan Nasbi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan RI Purbaya Sadewa mulai memikirkan kenaikan harga BBM karena dampak perang Iran vs Israel yang masih panas. 

Menurut Purbaya, ada opsi untuk masalah ini, yakni dengan melakukan efesiensi anggaran MBG. 

Namun katanya, efesiensi ini tidak akan membuat kualitas makanan menjadi turun. 

Efisiensi tersebut direncanakan tidak menyentuh kualitas makanan, melainkan pada pos pengeluaran lain di luar operasional utama program.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kini sedang mengamati kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi berdampak pada anggaran belanja program MBG.

Kenaikan harga minyak dunia menekan APBN yang berimbas ke berbagai pos anggaran lain salah satunya program MBG.

Tekanan dari kenaikan harga minyak berpotensi mengakibatkan defisit APBN yang makin besar.

Salah satu opsi yang dipikirkan Purbaya adalah efisiensi MBG. 

Sebab bila tak melakukan tindakan efisiensi, defisit APBN bisa menyentuh 3,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kita sudah exercise sampai kalau harga minyak naik ke 92 dollar AS, apa dampaknya ke defisit. Kalau tidak melakukan apa-apa, defisit bisa naik ke sekitar 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB," kata Purbaya dikutip dari Kompas.com.

Meski demikian, bila efisiensi MBG dilakukan yang dikurangi bukan kualitas makanan tapi pos-pos lainnya yang tak bersentuhan langsung dengan operasional penyiapan makanan.

Strategi pengeluaran yang bisa dipotong dari program MBG sudah Purbaya petakan.

Selain itu, anggaran belanja kementerian berpotensi dipotong bila harga minyak terus merangkak naik.

Pemerintah merencanakan mitigasi terkait kenaikan harga minyak. Kejadian serupa di masa lalu saat harga minyak dunia tembus 150 dolar AS per barrel jadi acuan.

"Waktu itu ekonomi memang melambat, tapi tidak jatuh. Kita punya pengalaman mengatasi situasi seperti itu," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved