Berita Viral

NASIB Nilai Tukar Rupiah Melemah Nyaris Rp 17.000 Per Dolar AS, Ini Penjelasan Anak Buah Purbaya

Pelemahan nilai tukar mata uang rupiah ini nyaris mencapai Rp 17.000 per dollar Amerika Serikat (AS).

Editor: AbdiTumanggor
HO
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin lemah. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Nilai tukar mata uang Rupiah pada pembukaan perdagangan,  Rabu (4/3/2026), bergerak melemah 58 poin atau 0,34 persen menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS. 

Pelemahan nilai tukar mata uang rupiah ini nyaris mencapai Rp 17.000 per dollar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.23 WIB, rupiah anjlok 0,29 persen ke level Rp 16.921 per dollar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berada dalam tekanan karena sentimen risk-off yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ketegangan geopolitik tersebut membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah, dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti dollar AS.

“Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan sentimen risk-off dari perkembangan perang AS-Israel dan Iran,” ujar Lukman,Rabu.

Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak mentah dunia juga menjadi kekhawatiran pasar.

Konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan energi global dan mendorong harga minyak naik.

Kondisi ini dapat membebani perekonomian global, termasuk Indonesia yang masih mengimpor sebagian kebutuhan energi.

Tekanan tersebut dapat memperlebar defisit energi dan meningkatkan risiko inflasi domestik.

“Kenaikan harga minyak mentah juga dikhawatirkan akan membebani ekonomi global termasuk Indonesia,” paparnya.

Dalam situasi tersebut, pergerakan rupiah terhadap dollar AS diperkirakan masih akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah.

Ia memperkirakan rupiah akan berada pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 16.950 per dollar AS. 

Baca juga: Imbas Perang Israel vs Iran, 2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil: Bukan Masalah

Penjelasan anak buah Menkeu Purbaya

Terpisah, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memengaruhi perekonomian Indonesia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved