Iran vs Israel

Tak Ucapkan Duka Cita atas Wafatnya Ali Khamenei, Bagaimana Prabowo Mau Jadi Juru Damai?

Menurut Gun Romli, bagaimana bisa menjadi penengah AS-Israel vs Iran, sedangkan Prabowo saja tidak menyampaikan duka cita

IST
Presiden Prabowo Subianto berbicara di hadapan para pengusaha Amerika Serikat (AS) dalam acara Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden) 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden RI Prabowo Subianto dilaporkan siap menjadi juru damai konflik Iran vs Israel-AS dan terbang ke Teheran.

Namun sikapnya itu dikritis banyak pihak termasuk Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli.

Mohamad Guntur Romli justru mempertanyakan sikap Presiden Prabowo yang tidak menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Supreme Leader yang sudah memimpin Iran selama hampir empat dekade tersebut gugur dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS)-Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Baca juga: Disnaker Sumut Ancam Sanksi Perusahaan yang Bayar Gaji Karyawan di Bawah UMP

Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi langsung oleh media Iran, Fars New Agency, pada Minggu (1/3/2026).

Fars News Agency menyebut, "Ali Khamenei telah syahid," dalam sebuah serangan yang menghantam kompleks kediamannya di Teheran saat ia "tengah menjalankan tugasnya," sebagaimana dilansir CNN.

Sementara itu, pantauan Tribunnews.com hingga Selasa (3/3/2026) pagi pukul 10.15 WIB, atau tiga hari setelah Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia, belum ada satu pun ucapan duka cita secara publik yang disampaikan oleh Prabowo.

Baik di akun media sosial X (dulu Twitter) dan Instagram @prabowo, kanal YouTube pribadi Prabowo Subianto (@djojohadikusumo), maupun di website resmi prabowosubianto.com.

Baca juga: Prabowo Niat Jadi Juru Damai Iran-AS, Muhammadiyah Jatim: Buktikan, Jangan Cuma Jargon!

Tidak adanya ucapan duka cita dari Prabowo atas meninggalnya Ali Khamenei pun dipertanyakan oleh Gun Romli, sapaan akrab politisi, penulis, sekaligus aktivis Nahdlatul Ulama (NU)ini.

Sebab, Iran dan Indonesia adalah dua negara sahabat dan memiliki relasi diplomatik yang kuat.

Hal ini disampaikan Guntur Romli dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya, @gunromli, Selasa (3/2/2026).

Tribunnews.com sudah mendapat izin untuk mengutip unggahan tersebut.

"Saya belum menemukan ucapan duka cita dari Presiden Prabowo atas meninggalnya Sayyid Ali Khamenei, Kepala Negara Iran," tulis Gun Romli.

"Prabowo adalah kepala negara dan kepala pemerintahan Indonesia. Iran dan Indonesia dua negara sahabat, punya relasi diplomatik yangg kuat, tapi anehnya, ada kepala negara sahabat meninggal, Prabowo tidak ucapkan duka cita. Secara etika, raibnya ucapan ini patut dipertanyakan."

Baca juga: BUPATI Pekalongan Fadia Arafiq Diperiksa KPK, 8 Ruangan Disegel Dalam Pengawasan KPK

Tak Ucapkan Duka Cita atas Wafatnya Ali Khamenei, Bagaimana Prabowo Mau Jadi Juru Damai?

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved