Prabowo Niat Jadi Juru Damai Iran-AS, Muhammadiyah Jatim: Buktikan, Jangan Cuma Jargon!
Muhammadiyah mendorong agar Presiden tidak berhenti pada retorika, melainkan segera menunjukkan langkah nyata
TRIBUN-MEDAN.com - Pernyataan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk memediasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menuai beragam respons.
Termasuk Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, yang menilai bahwa inisiatif tersebut belum disertai langkah konkret yang dapat dirasakan publik.
Muhammadiyah mendorong agar Presiden tidak berhenti pada retorika, melainkan segera menunjukkan langkah nyata yang terukur dan sistematis.
Situasi kian kompleks setelah gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang justru memicu eskalasi militer luas di kawasan.
Baca juga: Ahok Geram Dituduh Punya Niat Terselubung Bongkar Korupsi Pertamina, kok Kontrak Begitu Bodoh
Pemerintah Indonesia menyayangkan kegagalan diplomasi tersebut karena berdampak langsung pada stabilitas regional dan meningkatnya korban sipil.
Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, sebelumnya menyampaikan apresiasi atas tawaran Presiden Prabowo untuk mengambil peran sebagai mediator. Tawaran itu dipandang sebagai sinyal positif dari negara dengan politik luar negeri bebas aktif.
Namun, hingga kini, belum terlihat adanya tindak lanjut konkret dari tawaran tersebut. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan kegelisahan, termasuk di kalangan tokoh dan organisasi keagamaan di Indonesia.
Keprihatinan mendalam disampaikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, terutama setelah kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beserta anggota keluarganya dan sejumlah pejabat tinggi Iran dalam serangan militer. Tidak hanya itu, konflik tersebut juga dilaporkan telah merenggut nyawa lebih dari 500 warga sipil.
Baca juga: Real Madrid Tumbang Lagi, Niat Tempel Barcelona Ambyar, Dibungkam Getafe di Bernabeau
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM Jatim, Muhammad Mirdasy, menyebut tragedi ini sebagai peristiwa kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.
“Saya rasa itu adalah sebuah kebiadaban yang sangat luar biasa dan kami sangat menyesalkan terhadap hal ini,” kata Muhammad Mirdasy kepada Kompas.com, Senin (2/3/2026).
PWM Jawa Timur menegaskan bahwa mereka pada prinsipnya mengapresiasi niat Presiden Prabowo untuk menjadi mediator antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Terlebih, komitmen tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden saat bergabung dalam Board of Peace (BOP), yang bertujuan menghentikan agresi militer di Timur Tengah, khususnya oleh AS dan Israel.
Namun, apresiasi itu disertai catatan tegas. Muhammadiyah menilai politik luar negeri bebas aktif Indonesia harus benar-benar dijalankan secara konsisten, tanpa keberpihakan pada salah satu blok kekuatan.
Baca juga: NASIB Pemuda 19 Tahun Diseret ke Pengadilan Karena Menjual Bahan Pembuatan Mercon
“Bagaimana politik bebas aktif Indonesia harus dibuktikan dalam hal ini tidak boleh Presiden Prabowo punya kecenderungan kepada salah satu pihak yang ada,” terangnya.
PWM Jatim juga menyoroti dampak konflik yang berpotensi semakin memperparah penderitaan warga Palestina di Gaza. Di saat Ramadan seharusnya menjadi momentum ketenangan dan refleksi spiritual, kawasan Timur Tengah justru dilanda ketegangan yang kian mengeras.
| IRAN Berhasil Rudal Kota Dimona dan Arad, PM Benjamin Netanyahu: Malam yang 'Sulit' bagi Israel |
|
|---|
| AS Kalah dari Perang Iran? Kapal Induk Terbesar di Dunia USS Gerald R Ford Ditarik Kembali Pulang |
|
|---|
| ARAB SAUDI Usir Perwakilan Militer Iran dan Kedutaannya, Resmi Tutup Ruang Diplomatik |
|
|---|
| Terungkap Rekaman CCTV, Gerak-gerik Pria Iran Bawa Pisau Habisi Nyawa Cucu Mpok Nuri |
|
|---|
| DIDUGA Pakai Satelit China-Rusia, Iran Berhasil Rudal Kota Dimona dan Arad, Ratusan Orang Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-di-AS.jpg)