Berita Nasional

Puncak Gerhana Bulan Total Malam Ini 3 Maret 2026, Bisa Disaksikan Menjelang Waktu Berbuka Puasa

Fenomena langka ini dapat diamati langsung dengan mata telanjang dari hampir seluruh wilayah Indonesia

|
Pinterest/Aksiografi.com
GERHANA BULAN- Ilustrasi fenomena gerhana bulan atau gerhana bulan total yang bakal terjadi, Jumat (14/3/2025). Fenomena alam ini hanya bisa disaksikan di wilayah Timur Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Gerhana Bulan Total (GBT) akan menghiasi langit nusantara pada hari ini, Selasa (3/3/2026).

Fenomena langka ini dapat diamati langsung dengan mata telanjang dari hampir seluruh wilayah Indonesia, asalkan kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis sejajar sempurna. Posisi ini memaksa Bulan masuk sepenuhnya ke dalam umbra (bayangan inti) Bumi. 

"Jika langit cerah, Bulan tidak akan gelap total, melainkan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana," ujar Nelly melansir dari situs BMKG, selasa (3/3/2026).

Fenomena yang sering disebut Blood Moon ini terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, yang menyaring cahaya biru dan hanya menyisakan cahaya merah untuk mencapai permukaan Bulan.

Jadwal dan Durasi Fenomena

Bagi Anda yang ingin mengabadikan momen ini, berikut adalah rincian waktu penting berdasarkan data BMKG:

Awal Gerhana: 18.03.56 WIB.

Puncak Gerhana:

  • 18.33.39 WIB (Waktu Indonesia Barat)
  • 19.33.39 WITA (Waktu Indonesia Tengah)
  • 20.33.39 WIT (Waktu Indonesia Timur)

Akhir Fenomena: 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah timur).

Secara keseluruhan, proses gerhana akan berlangsung selama 5 jam 41 menit. Namun, fase totalitas—saat Bulan benar-benar tertutup bayangan Bumi—hanya akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Perbedaan Visibilitas Wilayah

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menambahkan bahwa wilayah Indonesia Timur akan mendapatkan pengalaman visual yang lebih utuh. Warga di wilayah Timur dapat menyaksikan fase awal gerhana bertepatan dengan momen Bulan terbit.

Sementara itu, untuk wilayah Indonesia Barat, gerhana kemungkinan besar sudah berada dalam fase totalitas atau puncak sesaat setelah Bulan muncul di ufuk timur.

Meskipun tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana (dua Matahari dan dua Bulan), hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret inilah yang dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.

Secara astronomis, fenomena ini merupakan bagian dari Seri Saros 133, yang sebelumnya pernah terjadi pada 2008 dan baru akan terulang kembali pada tahun 2044 mendatang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memilih lokasi pengamatan dengan pandangan langit terbuka ke arah timur dan terus memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar tidak kehilangan momen berharga ini.

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved