Berita Viral

IRAN Berhasil Rudal Kota Dimona dan Arad, PM Benjamin Netanyahu: Malam yang 'Sulit' bagi Israel

Iran berhasil merudal wilayah selatan Israel, termasuk kota Dimona dan Arad. Serangan ini menjadi salah satu eskalasi paling signifikan

Editor: AbdiTumanggor
ABS News
PM Israel Benjamin Netanyahu 

TRIBUN-MEDAN.COM  - Iran berhasil merudal wilayah selatan Israel, termasuk kota Dimona dan Arad. Serangan ini menjadi salah satu eskalasi paling signifikan dalam konflik terbuka antara kedua negara.

Laporan berbagai media internasional, termasuk Aljazeera dan Haaretz menyebutkan, rudal Iran berhasil menghantam kawasan permukiman selatan Israel dan menyebabkan ratusan orang korban.

Di wilayah Kota Dimona sendiri, sejumlah korban termasuk anak-anak dilaporkan mengalami luka serius, sementara kerusakan bangunan cukup luas akibat ledakan.

Di kota Arad, situasi bahkan sempat dikategorikan sebagai insiden korban massal.

Rumah sakit di Beersheba kewalahan menerima korban luka.

Sementara tim penyelamat berupaya mengevakuasi warga yang terjebak di reruntuhan.

Dilaporkan Al Jazeera, tim penyelamat Israel mengatakan lebih dari 100 orang terluka dalam serangan rudal Iran di kota Dimona di selatan, tempat fasilitas nuklir utama Israel berada. Sementara, Kota Arad yang berada tak jauh dari Dimona ikut jadi sasaran rudal Iran.

Dilansir dari Associated Press, Senin (23/3/2026), rekaman dari layanan darurat Israel menunjukkan kawah besar di samping bangunan yang tampak seperti gedung apartemen dengan dinding luar yang hancur. Rudal Iran itu tampaknya menghantam area terbuka.

Di kota Arad menyebabkan kerusakan meluas di setidaknya 10 gedung apartemen, tiga di antaranya rusak parah dan berisiko runtuh. Kota Dimona terletak sekitar 20 kilometer sebelah barat pusat penelitian nuklir dan Arad sekitar 35 kilometer sebelah utara.

Israel diyakini sebagai satu-satunya negara Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir, meskipun para pemimpinnya menyangkal keberadaan nuklir itu. 

"Jika rezim Israel tidak mampu mencegat rudal di wilayah Dimona yang dijaga ketat, secara operasional, itu adalah tanda memasuki fase baru pertempuran," kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di X.

Serangan rudal Iran ke wilayah selatan Israel, khususnya di sekitar Dimona dan Arad, bukan sekadar eskalasi militer biasa. Ini adalah sinyal perubahan besar dalam doktrin konflik Iran-Israel—dari perang bayangan menuju konfrontasi terbuka yang menyasar simbol paling sensitif: infrastruktur nuklir.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dalam pidatonya mengenai serangan rudal Iran tersebut, menyebutnya sebagai malam yang "sulit" bagi Israel, dan sekali lagi berjanji untuk terus menyerang Iran.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan sistem pertahanan udara Israel diaktifkan selama serangan tersebut. "Tetapi (kami) gagal mencegat beberapa rudal, meskipun rudal tersebut bukan "rudal khusus atau asing".

Dalam beberapa dekade terakhir, kedua negara menjalankan konflik dalam pola “shadow war”, termasuk operasi intelijen, serangan siber, dan sabotase terbatas. Namun, serangan ke area sekitar Kota Dimona wilayah fasilitas nuklir Israel, menandai bahwa batas-batas tidak tertulis itu mulai runtuh.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved