Berita Viral

Terungkap Rekaman CCTV, Gerak-gerik Pria Iran Bawa Pisau Habisi Nyawa Cucu Mpok Nuri

Bukti rekaman CCTV mengungkap aksi pembunuhan cucu artis Mpok Nori. Korban Dewhinta Anggary (37) dibunuh pria warga negara Iran, RFTJ alias FD (49).

|
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Ilustrasi CCTV- Bukti rekaman CCTV mengungkap aksi pembunuhan cucu artis Mpok Nori.Korban Dewhinta Anggary (37) dibunuh pria warga negara Iran, RFTJ alias FD (49). 

TRIBUN-MEDAN.com - Bukti rekaman CCTV mengungkap aksi pembunuhan cucu artis Mpok Nori.

Korban Dewhinta Anggary (37) dibunuh pria warga negara Iran, RFTJ alias FD (49).

Sebelum aksi pembunuhan, rekaman CCTV mengungkap gerak-gerik RFTJ alias FD (49) pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.

 
Tersangka FD terlihat mondar-mandir di sekitar kontrakan korban di Jalan Daman I, Cipayung, Jakarta Timur.

Kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40), menyebut pelaku sengaja memantau situasi sebelum melancarkan aksi tragis terhadap cucu seniman legendaris Mpok Nori tersebut.

"Tersangka sempat bolak-balik mantau pakai motor, di atas jam dua belas itu dia balik lagi bawa karpet, gagang pacul, sama lakban," kata Dian saat ditemui Kompas.com, Minggu (22/3/2026).

 
Di rekaman CCTV, pelaku terlihat datang ke lokasi sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam.

Beberapa menit kemudian, ia keluar sekitar pukul 00.09 WIB.


"Pas keluar rumah, bajunya sudah beda,” ujar Dian.

Pisau Ditemukan

Selain itu, pisau yang diduga digunakan untuk menyerang korban sempat disembunyikan di kontrakan pelaku sebelum akhirnya ditemukan.

 
Dian mengatakan, sebelum kejadian, warga sekitar sempat melihat pelaku dan korban terlibat cekcok, pada Kamis (19/3/2026) malam.

Saat ditemukan, korban yang akrab disapa Anggi itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur kamar kontrakannya.

"Kami melihatnya posisinya begitu (terlentang) dan ada luka sayatan di leher dan gumpalan darah di kasur dan lantai,” kata Dian.

Dian menyatakan, komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB melalui pesan singkat.

 
Ia mengaku sempat melewati rumah korban keesokan harinya, namun tidak menaruh curiga karena kondisi rumah tampak tertutup.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved