Polisi Terlibat Narkoba

Sosok Boy Diincar Bareskrim Polri, Bandar Narkoba yang Perannya Sama dengan Koh Erwin

Ia menyebut posisi Boy mirip dengan Koh Erwin, yakni sebagai pemasok utama yang menyuplai narkotika ke jaringan pengedar.

Tribunnews.com
HANDIK ZUSEN - Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen dan Erwin Iskandar atau Ko Erwin ditangkap Bareskrim Polri saat hendak kabur ke Malaysia pada Kamis (26/2/2026). Ko Erwin merupakan bandar narkoba sekaligus pemasok sabu bagi mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Adapun ia juga memberikan uang ke AKBP Didik sebesar Rp2,8 miliar. Sosok Kombes Handik Zusen memimpin langsung tim gabungan bersama Satgas NIC menggagalkan upaya pelarian bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bareskrim Polri kini mengincar Boy, sosok bandar narkoba yang memiliki peran seperti Koh Erwin.

Pengejaran bandar narkoba itu tak lain dari pengembangan kasus AKBP Didik Putra Kuncoro, mantan Kapolres Bima Kota.

Usai Koh Erwin alias Erwin Iskandar ditangkap terungkap bandar yang disebut mendapat beking dari Didik.

Bandar narkoba tersebut diketahui bernama Boy.

Boy berstatus DPO atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca juga: Mirip Koh Erwin, Peran Boy Pemasok Utama Narkoba Jaringan Kapolres Didik Terkuak

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipid Narkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso membenarkan hal itu.

Menurutnya, Boy terlibat dalam kasus peredaran gelap narkoba di Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Iya lagi kami kejar, Boy namanya (bandar narkoba)," tegas Brigjen Eko kepada wartawan Sabtu (28/2/2026).

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Roman Elhaj membeberkan peran Boy dalam jaringan peredaran narkoba di Bima Kota. 

Baca juga: Debat MenHAM Pigai dan Guru Besar UGM Diminta Dibatalkan, Rocky Gerung: HAM Sifatnya Universal

Ia menyebut posisi Boy mirip dengan Koh Erwin, yakni sebagai pemasok utama yang menyuplai narkotika ke jaringan pengedar.

Roman menjelaskan, barang dari Boy diduga diedarkan melalui jaringan yang dibekingi Didik bersama anak buahnya, termasuk AKP Malaungi, mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota.

Saat ini, Boy masih buron.

Polisi berupaya mengungkap identitas aslinya karena nama Boy diduga hanya alias.

Menurut Roman, penyidik belum mendapat informasi pasti soal identitas tersebut.

Keterangan Malaungi pun belum mampu membuka identitas lengkap sang bandar, karena yang bersangkutan mengaku hanya mengenal nama panggilan Boy.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved