Berita Viral

TOTAL 333 Orang Positif HIV di Kota Bandar Lampung, Prioritas Skrining Ibu Hamil

Sebanyak 333 terdeteksi positif HIV di Kota Bandar Lampung. Hasil ini berdasarkan skrining sepanjag tahun 2025.

SANOOK
SKRINING - Sebanyak 333 terdeteksi positif HIV di Kota Bandar Lampung. Hasil ini berdasarkan skrining sepanjag tahun 2025. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 333 terdeteksi positif HIV di Kota Bandar Lampung. Hasil ini berdasarkan skrining sepanjag tahun 2025 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. 

Skrining dilakukan terhadap 35.698 orang atau sekitar 115 persen dari target yang ditetapkan. 

"Skrining dilakukan terhadap kelompok yang memang berisiko tinggi, seperti ibu hamil, penderita tuberkulosis (TBC), penderita infeksi menular seksual (IMS), wanita pekerja seks, lelaki seks dengan lelaki (LSL), waria, pengguna narkoba, serta warga binaan di lembaga pemasyarakatan," ujar Muhtadi, Selasa (24/2/2026).

Dari hasil skrining tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menemukan sebanyak 333 kasus positif HIV.

Muhtadi menambahkan, kelompok ibu hamil menjadi yang paling banyak menjalani pemeriksaan, dengan tujuan utama mencegah penularan HIV dari ibu ke anak.

"Memang kita prioritaskan ibu hamil karena penularan HIV dari ibu ke anak dapat dicegah jika dilakukan skrining sejak awal," ujar Muhtadi.

Baca juga: SEMPAT Riuh Soal Surat Kapolda Lepaskan AKP Arifan, Polda Sumsel: Bukan, Itu Patsusnya Pamainal

Baca juga: Kapolda Sumut Minta Warga Lapor Kalau Ada Polisi Main Narkoba Hingga Terima Setoran dari Bandar

Untuk pasien yang terkonfirmasi positif HIV, Dinas Kesehatan langsung memberikan terapi antiretroviral (ARV), yang berfungsi untuk menekan perkembangan virus dalam tubuh.

ARV tidak menyembuhkan HIV, tetapi dapat melemahkan virus sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga dan penularan dapat ditekan.

Saat ini, layanan pengobatan HIV dapat diakses di 31 puskesmas yang tersebar di berbagai titik di Kota Bandar Lampung.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi yang fokus dalam penanganan HIV/AIDS.

Kolaborasi ini meliputi penyuluhan, edukasi, hingga pendampingan bagi kelompok berisiko tinggi, seperti pekerja di tempat hiburan malam dan komunitas dengan potensi penularan yang lebih tinggi.

Muhtadi menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat.

"Kami terus melakukan edukasi dan pendekatan kolaboratif agar penularan HIV bisa ditekan dan masyarakat tidak takut untuk melakukan pemeriksaan," tegasnya.

Baca juga: CURIGA Tak Pulang, Suami Pergoki Istri Ngamar Bareng Sopir Travel di Kos Lubuklinggau Jelang Sahur

Baca juga: Baru Awal Tahun 2026, Dinas Damkar Siantar Sudah Dapat 116 Laporan Masyarakat

Dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung berharap dapat semakin menurunkan angka penularan HIV di daerah ini dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-lampung.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved