Berita Viral
Kronologi 3 Pegawai SPBU Dianiaya Pengemudi Alphard, Sebut Mobil Jenderal tapi Isi Pertalite
rekaman CCTV yang memperlihatkan insiden penganiayaan terhadap pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, viral di medsos.
TRIBUN-MEDAN.com - Video rekaman CCTV yang memperlihatkan insiden penganiayaan terhadap pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, viral di media sosial.
Tiga pegawai dianiaya oleh seseorang yang mengaku aparat saat hendak mengisi BBM pertalite.
Awalnya barcode data mobil itu tak sesuai, sehingga pegawai SPBU menyarankan untuk mengisi pertamax.
Namun, pelanggan itu malah mengamuk dan menganiaya tiga pegawai SPBU.
Saat ini Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan penganiayaan terhadap tiga karyawan SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, oleh seorang pria yang mengaku sebagai aparat.
"Polres Jaktim dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, dugaan penganiayaan tersebut tidak ditangani Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya, meskipun tim Propam sempat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
"Bukan ditangani Propam, tetapi jika terbukti itu oknum anggota Polri akan ditindaklanjuti Propam," jelasnya.
Baca juga: Ngaku Mobil Mewah Jenderal, Oknum Polisi Ngamuk Hajar 3 Pegawai SPBU, tak Diberi Isi BBM Pertalite
Kronologi Kejadian
Staf SPBU, Mukhlisin (38), menjelaskan peristiwa bermula ketika pelanggan tersebut hendak mengisi Pertalite pada Minggu (23/2/2026) malam.
Namun, kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data pada barcode.
"Sebenarnya pihak customer tersebut mengisi Pertalite, dan nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan digambar di EDC tersebut. Jadi kan peraturan nomor di nopol sama mobil harus sesuai di EDC SPBU," tutur Mukhlisin.
Menurut dia, petugas kemudian menyarankan pelanggan untuk mengisi Pertamax sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Namun, pelanggan justru marah. "Disarankan ke Pertamax. Kalau yang di Solar paling kita sarankan ke Pertamina Dex. Ada pilihan sih sebenernya," jelas Mukhlisin.
"Dari pihak customer-nya itu menyebut, 'ini mobil jenderal'. Terus di video juga dia menyebut bilangnya 'Kapolda' gitu. Ada narasi, ada kata-kata 'Kapolda' ketika dia ngebentak-bentak gitu tadi," tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, tiga karyawan menjadi korban, yakni satu operator yang sedang bertugas, satu staf, serta satu operator lain yang awalnya sedang beristirahat namun ikut turun tangan karena terjadi keributan.
| Setelah Viral Akhirnya Polisi Terbitkan SP3 Kasus Mahasiswi Korban Pelecehan yang Jadi Tersangka ITE |
|
|---|
| KETIKA Jusuf Kalla Berikan Solusi Agar Polemik Ijazah Jokowi Tidak Berlarut-larut: Tunjukkan Saja! |
|
|---|
| JK Yakin Ijazah Milik Jokowi Asli, Maka Ia Sarankan Jokowi untuk Segera Perlihatkan Ijazahnya |
|
|---|
| BGN Dituding Hambur-hamburkan Uang, Pesan Motor Listrik Sebanyak 25.000 Seharga Rp42 Juta Per Unit |
|
|---|
| REKAM JEJAK Preman Kampung Yogi Palak Pesta Pernikahan, Berujung Ayah Pengantin Tewas Dianiaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengemudi-Alphard-aniaya-pegawai-SPBU.jpg)