Berita Viral

Tangis Histeris Ibu Bripda Dirja, Genggam Tangan Kapolda Sulsel Anaknya Tewas Diduga Dianiaya Senior

Ia meminta Kapolda Sulsel mengusut tuntas dugaan penganiayaan yang dialami putranya hingga meninggal dunia.

TRIBUN MEDAN/Tribun Timur/Rachmat Ariadi
TANGIS HISTERIS – Ibu Bripda DP menggenggam erat tangan Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro sambil menangis histeris saat melayat di rumah duka di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Senin (23/2/2026). Ia meminta Kapolda mengusut tuntas dugaan penganiayaan terhadap putranya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sumarni, ibu Bripda Dirja Pratama (DP) menangis histeris di depan Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Djuhandhani Rahardjo Puro atas kematian anaknya yang diduga dianiaya seniornya hingga meninggal dunia, Senin (23/2/2026).

Saat itu Kapolda Sulsel mendatangi rumah duka di Desa Pincara, Kabupaten Pinrang

Saat Kapolda memasuki rumah duka, suara histeris ibu Bripda DP, Sumarni, terdengar nyaring.

Sejumlah kerabat dan keluarga larut dalam kesedihan.

Sumarni menggenggam erat tangan Djuhandhani sambil menangis histeris.

Ia meminta Kapolda Sulsel mengusut tuntas dugaan penganiayaan yang dialami putranya hingga meninggal dunia.

"Janji Pak Kapolda ya, janji. Lanjutkan perjuangan anakku, janji Pak Kapolda," pinta Sumarni sambil terisak.

Kapolda Peluk Ayah Korban

BRIPDA DP - Kolase foto semasa hidup Bripda DP (19) (kanan) dan suasana di depan Ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, tempat jenazah diautopsi, Minggu (22/2/2026) malam (kiri). Polisi sedang memeriksa polisi yang berada di lokasi kejadian.
BRIPDA DP - Kolase foto semasa hidup Bripda DP (19) (kanan) dan suasana di depan Ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, tempat jenazah diautopsi, Minggu (22/2/2026) malam (kiri). Polisi sedang memeriksa polisi yang berada di lokasi kejadian. (Dokumentasi/Tribun-timur.com)

Djuhandhani tiba sekitar pukul 10.40 Wita.

Setibanya di depan pintu rumah duka, ia langsung memeluk ayah Bripda DP, Aipda Muhammad Jabir.

Jenderal bintang dua itu berulang kali mengelus pundak Jabir sambil menyampaikan belasungkawa.

"Turut berduka cita, sabar hadapi ini, sabar," ucap Kapolda.

Sebelumnya, Bripda DP meninggal dunia di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, Minggu (22/2/2026) subuh.

Asrama tersebut berada di dalam lingkungan Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, jenazah Bripda DP diautopsi di RS Bhayangkara.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengatakan hasil koordinasi sementara dengan Bidang Propam Polda Sulsel menyebutkan enam anggota polisi telah diperiksa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved