Berita Viral
Ini Alasan Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto Minta Hentikan Penyebaran Bisnis Minimarket
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, penyebaran bisnis minimarket harus disetop.
Ringkasan Berita:
- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto minta penyebaran bisnis minimarket harus disetop
- Penghentian penyebaran minimarket bisa dilakukan jika Koperasi Desa Merah Putih sudah berjalan
- Yandri Susanto mengatakan, minimarket sudah terlalu merajalela, pemiliknya sudah terlalu kaya, dan bahkan bisa menjadi ancaman untuk Kopdes Merah Putih
TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, penyebaran bisnis minimarket seperti Alfamart dan Indomaret harus disetop jika Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berjalan.
"Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop," ujar Yandri dihadapan Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Yandri menegaskan, pemerintah harus berpihak ke masyarakat desa. Dia beralasan, minimarket sudah terlalu merajalela, dan bahkan bisa menjadi ancaman untuk Kopdes Merah Putih.
Menurut Yandri, kekayaan dari pemilik minimarket sudah cukup besar karena dibiarkan merajalela selama ini.
"Buat apa kita membangun Kopdes, tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya merajalela? Ya itu artinya ya tidak apple to apple sebenarnya, kalau mereka sudah sangat besar sangat monopoli selama ini, ya tentu akan menjadi ancaman bagi Kopdes," ujarnya dikutip dari Kompas.com.
"Saya setuju Kopdes jalan, Alfamart cukup sampai di situ, sudah 20.000 lebih Alfamart dan Indomaret. Dan luar biasa itu merajalelanya, dia lagi, dia lagi, dia lagi. Betul itu. Kekayaannya sudah terlalu menurut saya untuk Republik ini," sambung Yandri.
Merespons pernyataan Yandri, Ketua Komisi V DPR Lasarus meminta agar desa didominasi dengan Kopdes Merah Putih atau BUMDes, bukan yang lain.
"Sekarang kita tunggu, Pak, mau BUMDes kek, mau Kopdes kek, yang penting itu untuk masyarakat desa. Bukan untuk yang lain. Dominasi lah desa itu dengan Kopdes, kita dukung. Dominasi lah desa itu dengan BUMDes, kita dukung Pak Menteri, kita dukung sepenuhnya," kata Lasarus.
Hanya saja, Lasarus mengingatkan Yandri untuk menyiapkan roadmap bagaimana cara menghentikan dominasi minimarket.
Lasarus memperingatkan Yandri bahwa tugasnya ini tidak akan mudah, mengingat para pebisnis pasti sudah memikirkan langkah selanjutnya.
"Jadi, saya berharap Pak Menteri harus ada roadmap juga, Pak, untuk menghentikan Indomaret dan Alfamart ini, seperti apa nanti kita pemerintah mengambil ini," ucap Lasarus.
"Tentu saya yakin, Pak Menteri akan berhadapan dengan tantangan yang tidak ringan di luar ya. 'Wah ini Pak Lasarus dengan Pak Yandri ini punya kolaborasi bikin susah bisnis kita ini'. Ah sudah mulai ngobrol dia. Kita hadapi dengan baik Pak Yandri ya," imbuh politikus PDIP tersebut.
Wacana Bansos Disalurkan lewat Kopdes Merah Putih
Sementara, terkait wacana bantuan sosial (bansos) akan disalurkan melalui Koperasi Desa (Kopdes), turut ditanggapi Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto
Menteri Desa dan PDT
Penyebaran Bisnis Minimarket
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih
| Setelah Viral Akhirnya Polisi Terbitkan SP3 Kasus Mahasiswi Korban Pelecehan yang Jadi Tersangka ITE |
|
|---|
| KETIKA Jusuf Kalla Berikan Solusi Agar Polemik Ijazah Jokowi Tidak Berlarut-larut: Tunjukkan Saja! |
|
|---|
| JK Yakin Ijazah Milik Jokowi Asli, Maka Ia Sarankan Jokowi untuk Segera Perlihatkan Ijazahnya |
|
|---|
| BGN Dituding Hambur-hamburkan Uang, Pesan Motor Listrik Sebanyak 25.000 Seharga Rp42 Juta Per Unit |
|
|---|
| REKAM JEJAK Preman Kampung Yogi Palak Pesta Pernikahan, Berujung Ayah Pengantin Tewas Dianiaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mendes-PDT-Yandri-Susanto.jpg)