Makan Bergizi Gratis

MBG Baru Datang Setelah Murid Pulang, Pihak Sekolah Tolak Mentah-mentah

Program distribusi Makan Bergizi (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali menuai sorotan. 

Editor: Juang Naibaho
DOK/POLRES PEMATANGSIANTAR
Ilustrasi makanan MBG 

Ringkasan Berita:Siswa Sudah Pulang, MBG Baru Tiba
  • Distribusi MBG di PAUD Kuala Karya, Desa Kuala 2, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), datang saat para siswa sudah pulang sekolah. 
  • Kegiatan belajar di PAUD tersebut selesai sekitar pukul 09.30 WIB. 
  • Sedangkan makanan MBG baru tiba sekitar pukul 11.00 WIB. 
  • Pihak sekolah bersama wali murid memutuskan menolak distribusi makanan. 
  • Menanggapi kejadian itu, Kepala SPPG Lanud Supadio, Fani Noviyanti, menyampaikan permohonan maaf.
 

 

TRIBUN-MEDAN.com - Program distribusi Makan Bergizi (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali menuai sorotan. 

Kali ini terjadi di PAUD Kuala Karya, Desa Kuala 2, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), paket MBG datang saat para siswa sudah pulang sekolah. 

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, salah seorang guru menyebut, kegiatan belajar di PAUD tersebut selesai sekitar pukul 09.30 WIB. 

Namun, makanan MBG baru tiba sekitar pukul 11.00 WIB. 

Kondisi itu membuat sekolah bersama wali murid memutuskan menolak distribusi makanan. 

Baca juga: Heboh 1 Kelapa Muda Tak Dikupas Jadi Menu MBG untuk 2 Hari bagi Ribuan Siswa

Baca juga: ALASAN Kepala BGN Beri Insentif Rp 6 Juta per Hari untuk SPPG, Termasuk Hari Libur dan Bebas Pajak

Minta Maaf 

Menanggapi kejadian itu, Kepala SPPG Lanud Supadio, Fani Noviyanti, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi dan ketidaknyamanan yang dirasakan pihak sekolah maupun wali murid.

Fani menegaskan, tanggung jawab operasional produksi dan distribusi sepenuhnya berada di bawah SPPG yang dipimpinnya. 

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi yang terjadi. Tanggung jawab operasional produksi dan distribusi sepenuhnya berada pada SPPG, sehingga evaluasi dan perbaikan menjadi tanggung jawab resmi kami,” kata Fani dalam keterangan video, Kamis (19/2/2026). 

Fani menyebutkan, pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan bahan, produksi, hingga sistem distribusi guna memastikan kejadian serupa tidak terulang. 

Menurut Fani, setiap laporan dan masukan dari masyarakat menjadi perhatian serius bagi tim SPPG, termasuk terkait kualitas menu yang dipersoalkan. 

Ke depan, SPPG berkomitmen meningkatkan ketepatan waktu distribusi, memperketat pengawasan kualitas makanan, serta membuka ruang komunikasi lebih intensif dengan sekolah dan orang tua. 

“Kami percaya perbaikan dapat dilakukan melalui koordinasi dan iktikad baik semua pihak,” ujar Fani. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved