Berita Viral

Warga Aek Ngadol Ketakutan Diteror Pemilik Rumah Usai Dapat Bantuan Banjir, ATM dan Rekening Ditahan

Usai mendapat bantuan itu, Nurhaida diteror pemilik rumah bernama Erliana Hutapea. Bahkan teror yang ia dapat sudah mengarah ke pembunuhan.

|
TRIBUN MEDAN
KETAKUTAN DITEROR - Nurhaida warga Aek Ngadol, Batangtoru mengaku ketakutan diteror pemilik rumah kontrakan usai mendapat bantuan perbaikan rumah rusak, Kamis (19/2/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Nurhaida, warga Aek Ngadol, Batangtoru, Tapanuli Selatan ketakutan mendapat teror dari tetangga usai mendapat bantuan bencana banjir.

Nurhaida merupakan salah satu warga yang mendapat bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah rusak akibat banjir bandang.

Usai mendapat bantuan itu, Nurhaida diteror pemilik rumah bernama Erliana Hutapea.

Bahkan teror yang ia dapat sudah mengarah ke pembunuhan.

"Kami diteror pemilik rumah karena bantuan ini. Sewaktu pendataan sudah saya bilang ke petugas bahwa saya mengontrak, bukan pemilik rumah. Tapi nama saya yang keluar sebagai penerima bantuan," kata Nurhaida saat ditemui di rumahnya, Kamis (19/2/2026).

Teror yang didapat Nurhaida ketika Erliana mendatanginya pada Jumat (13/2/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Nurhaida mengaku mendapat ancaman secara lisan, yang bahkan sempat direkam oleh anaknya.

Nurhaida Zega (41) seorang warga yang berstatus janda dan penerima bantuan bencana dari pemerintah di Desa Aek Ngadol. Buku dan ATM miliknya dari BNPB diduga kuat ditahan Kades Aek Ngadol SS, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Nurhaida Zega (41) seorang warga yang berstatus janda dan penerima bantuan bencana dari pemerintah di Desa Aek Ngadol. Buku dan ATM miliknya dari BNPB diduga kuat ditahan Kades Aek Ngadol SS, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. (TRIBUN MEDAN)

"Jujur saya sekeluarga ketakutan. Ngeri kali pengancamannya. Saya sampai takut datang ke rumah itu lagi," ujar seraya mengatakan kini tinggal di rumah ibunya.

Nurhaida mengungkap kalimat teror yang sempat terucap dari mulut Erliana.

"Kukoyok kau nanti. Siapa yang gak takut kalau sudah begitu ucapannya," kata Nurhaida.

Atas kejadian itu, Nurhaida dipanggil ke rumah kepala desa bersama pemilik rumah.

Dalam pertemuan tersebut, buku rekening dan ATM miliknya diminta dan hingga kini masih berada di tangan kepala desa.

Merasa tertekan, Nurhaida sempat mendatangi rumah Camat Batang Toru untuk meminta arahan, namun tidak berhasil bertemu langsung dengan camat.

Ia khawatir rekeningnya disalahgunakan apabila dana bantuan telah masuk.

“Kalau memang saya dibatalkan sebagai penerima bantuan, tidak apa-apa. Tapi saya tidak mau rekening saya ditahan dan nanti ada masalah hukum. Saya juga sudah diancam dan tidak mau tinggal lagi di rumah itu,” tegasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved