Berita Viral

Ammar Zoni Sebut Rutan Salemba Sarang Narkoba: Murah dan Mudah Didapat

Hal ini diungkapkannya saat pembacaan pleidoi atau nota pembelaan atas kasus keempatnya

HO/Tribun-medan.com
SIDANG NARKOBA - Ammar Zoni saat jelang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025). Ammar Zoni ngaku dapat tawaran Rp 10 juta awasi peredaran narkoba dalam lapas. 

TRIBUN-MEDAN.com - Aktor Ammar Zoni secara mengejutkan membongkar realita kelam di balik jeruji besi Rutan Salemba.

Setelah tiga kali terjerat kasus narkoba, mantan suami Irish Bella ini mengaku terjebak di lingkungan yang justru mempermudah akses terhadap barang haram tersebut, alih-alih menjadi tempat pemulihan bagi para pecandu.

Hal ini diungkapkannya saat pembacaan pleidoi atau nota pembelaan atas kasus keempatnya yakni dugaan peredaran narkoba di dalam Rutan Salemba.

"Saya pikir Rutan Salemba itu halnya sama seperti rehabilitas yang bebas dari narkoba," kata Ammar Zoni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026) melansir dari Tribunnews.com.

Namun, kenyataan yang ia temukan di dalamnya benar-benar berkebalikan dengan harapannya. 

Ia menemukan lingkungan yang justru membuatnya semakin sulit untuk sembuh.

"Ternyata di sanalah tempat sarangnya, semua jenis narkoba," ungkapnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, Ammar menggambarkan betapa mudahnya akses terhadap narkoba di dalam rutan.

SIDANG AMMAR ZONI - Ammar Zoni usai sidang pembacaan pleidoi. Suasana ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mendadak hening saat terdakwa kasus narkoba, Ammar Zoni, tak kuasa menahan tangisnya, Kamis (2/4/2026). Suara Ammar Zoni bergetar saat ia membacakan nota pembelaan atau pleidoi pribadinya di hadapan Majelis Hakim.
SIDANG AMMAR ZONI - Ammar Zoni usai sidang pembacaan pleidoi. Suasana ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mendadak hening saat terdakwa kasus narkoba, Ammar Zoni, tak kuasa menahan tangisnya, Kamis (2/4/2026). Suara Ammar Zoni bergetar saat ia membacakan nota pembelaan atau pleidoi pribadinya di hadapan Majelis Hakim. (Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior)

Menurutnya, transaksi narkoba di sana adalah hal yang lumrah dan bisa dilakukan dengan sangat gampang.

"Apalagi di sana narkoba pun rasanya seperti beli kacang goreng. Mudah sekali didapat dengan harga yang relatif murah," bebernya.

Kondisi inilah yang membuatnya harus berjuang ekstra keras setiap hari untuk menahan godaan agar tidak kembali terjerumus.

"Sungguh sangat berat, berat, berat, berat banget untuk menghindari itu semua," bebernya.

Ayah dua anak ini mengaku tak berdaya melawan godaan yang datang setiap hari, terutama karena ia berada di lingkungan di mana mayoritas penghuninya adalah pemakai.

Ia mengaku sempat berhasil menahan diri selama 3 hingga 6 bulan, namun godaan yang terus-menerus muncul akhirnya meruntuhkan pertahanannya.

"Namun bagaimana lah? Saya cuma hanya orang yang sakit, tidak berdaya terhadap adiksi," keluhnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved