Berita Viral

NASIB Pemuda Tewas Dianiaya Saat Tagih Utang, 10 Hari Hilang, Keluarga: Dia Biayai Sekolah Adiknya

Nasib seorang pemuda tewas dianiaya karena menagih utang. Pemuda di Kabupaten Sorong ditemukan tewas setelah 10 hari dinyatakan hilang. 

TRIBUN MEDAN
EVAKUASI JASAD - Aparat kepolisian mengevakuasi jasad terbungkus karung putih di Jalan Kontainer, Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya ke kantong jenazah, Selasa (17/2/2026), sekitar pukul 17.00 WIT. Ternyata jasad tersebut pemuda yang hilang setelah pamit ke keluarga mau menagih utang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Nasib seorang pemuda tewas dianiaya karena tagih utang. Pemuda di Kabupaten Sorong ditemukan tewas setelah 10 hari dinyatakan hilang. 

Pemuda ini menghilang setelah pamit menagih utang ke rekannya. 

Jasadnya ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Kepala dan rahangnya rusak. 

Jenazahnya ditemukan dalam karung putih dan tas Rinjani (atau tas belanja) di Jalan Kontainer Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Selasa (17/2/2026) pukul 17.00 WIT. 

Kematian pemuda ini meninggalkan rasa sedih mendalam di keluarga. 

Sebab, pemuda ini menjadi tulang punggung untuk membiaya sekolah adik-adiknya. 

Keluarga korban ternyata sudah mencari pemuda tersebut sejak tidak kembali ke rumah seusai pamit menagih utang pada Sabtu 7 Februari 2026 sekitar pukul 23.00 WIT.

Paman korban, Maulud Yapono menceritakan, keponakannya tersebut berpamitan untuk menagih utang sebesar Rp 2 juta kepada terduga pelaku di sebuah rumah kos.

“Dia keluar jam 11 malam. Katanya mau ambil uang yang dipinjam orang. Janji ketemu jam 12 malam, tapi setelah itu dia tidak pernah pulang,” ujar Maulud, Rabu (18/2/2026) dikutip dari Tribunsorong.com.

Keluarga kemudian mencari secara mandiri selama beberapa hari. Tujuh hari berselang, mereka mendapat informasi bahwa keluarga terduga pelaku juga melaporkan kehilangan pada hari dan waktu yang sama.

Merasa curiga, keluarga korban mendatangi Polres Sorong untuk mencari kejelasan. Dalam proses penyelidikan, polisi sempat memeriksa seorang perempuan yang diduga mengetahui keberadaan korban.

Keterangan wanita tersebut dinilai berbelit-belit sehingga penyidik turun ke lokasi yang dicurigai sebagai tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Daftar Lengkap 17 Perwira yang Digeser di Polrestabes Medan

Baca juga: PILU IRT Akhiri Hidup di Pohon Belakang Rumah, Tinggalkan Pesan ke Suami: Maaf Selama Ini Gak Patuh

Baca juga: Sudah 3 Tahun Puasa di Negeri Sakura, Charina Rindu Berburu Takjil dan Makan Masakan Bersantan

Beberapa hari kemudian, keluarga menerima informasi tentang penemuan karung mencurigakan di wilayah Katapop. Namun setelah dicek, karung tersebut bukan berisi jasad korban.

Pencarian dilanjutkan bersama aparat kepolisian. Atas arahan anggota intelijen, pencarian difokuskan di Jalan Kontainer, Distrik Aimas. Jasad korban akhirnya ditemukan di belakang kawasan tersebut.

“Kami mencari bersama polisi. Jasad ditemukan di belakang Jalan Kontainer dan polisi yang pertama melihat,” kata Maulud.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved