Berita Viral

PILU IRT Akhiri Hidup di Pohon Belakang Rumah, Tinggalkan Pesan ke Suami: Maaf Selama Ini Gak Patuh

Ibu penjual gorengan bernama Puri Utami (35) meninggalkan pesan sebelum ditemukan tergantung di pohon kakao. 

TRIBUN MEDAN
AKHIRI HIDUP - TKP ditemukannya IRT yang merupakan warga Pekon Sukoharjo 3, Kabupaten Pringsewu bernama Puri Utami (35) yang ditemukan meninggal dunia diduga mengakhiri hidupnya di tergantung di pohon kakao. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang ibu rumah tangga akhiri hidup di pohon kakao belakang rumah. Ibu penjual gorengan bernama Puri Utami (35) meninggalkan pesan sebelum ditemukan tergantung di pohon kakao. 

Puri Utami (35) seorang ibu rumah tangga di Pekon Sukoharjo, Kabupaten Piringsewu, Provinsi Lampung. 

Mayat Puri ditemukan oleh ayahnya pada Rabu (18/2/2026). 

Ayah Puri, Tugino syok melihat tubuh yang tergantung di pohon kakao merupakan anaknya. 

Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko mengatkan warga yang mengakhiri hidup bernama Puri Utami (35), yang sehari-hari berjualan gorengan tidak jauh dari rumahnya.

AKP Juniko menjelaskan saksi Tugino hendak menuju belakang rumah  untuk membersihkan kandang dan membuang sampah. 

Namun, ia melihat sosok tergantung di pohon kakao.

"Saya kaget, tidak menyangka itu anak saya,” ujarnya singkat.

Baca juga: Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan Kaltara, Kecelakaan Armada Charter Milik Perusahaan

Baca juga: Kerja Sama UINSU dan Tribun Medan, Rektor: Kolaborasi dengan Media Penting demi Kemajuan Kampus

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Dari lokasi, polisi menemukan sebuah amplop berisi tulisan yang diduga pesan terakhir korban, berisi permintaan maaf kepada suami serta pesan agar anak-anaknya dijaga ibadah salatnya.

"Sepurone mas nak selama ini urung dadi bojo seng manut. Tolong jaga sholate anak-anak ya mas"

terjemahan: "maaf mas, jika selama ini aku tidak menjadi istri yang patuh. Tolong perhatikan salat anak-anak ya, mas"

Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko mengatakan, hasil pemeriksaan awal bersama tenaga medis Puskesmas Sukoharjo tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

“Dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri. Namun untuk motifnya masih kami dalami,” kata Juniko.

Pihak keluarga, lanjutnya, telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved