Ramadan 2026

Sudah 3 Tahun Puasa di Negeri Sakura, Charina Rindu Berburu Takjil dan Makan Masakan Bersantan

Sudah tiga tahun Charina Effany (34) kembali melewatkan momen sahur dan berbuka puasa tanpa meja makan yang ramai oleh keluarga. 

|
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PUASA di JEPANG - Charina Effany (34) saat berfoto di salah satu tempat wisata yang pemandangan di belakangnya Gunung Fuji. Ini kali ketiga Charina menjalankan ibadah puasa di negeri sakura. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Sudah tiga tahun Charina Effany (34) kembali melewatkan momen sahur dan berbuka puasa tanpa meja makan yang ramai oleh keluarga. 

Menjadi perantau di Jepang menuntutnya untuk mandiri dalam menjaga ritme ibadah di tengah lingkungan yang mayoritas tak berpuasa. 

Bagi warga negara Indonesia, Ramadan selalu diiringi dengan melodi azan yang biasanya menggema dari masjid ke masjid, kemudian keriuhan pasar takjil, dan suara tadarus yang saling bersahutan, kini digantikan oleh senyap nya Negeri Sakura

Apalagi, saat ini negeri Sakura itu memasuki musim dingin (winter). Bagi Charina, puasa di musim dingin kali pertama ia rasakan. Sebab, selama dua kali menjalankan ibadah puasa di negeri sakura, itu di musim panas. 

"Ini kali ketiga saya puasa di Jepang. Tapi jadi tahun pertama merasakan puasa di Musim winter.Saat ini cuaca di Jepang 1°C. Jadi lebih terasa lapar dibanding hausnya," ucapnya saat diwawancarai Tribun Medan,Kamis (19/2/2026).

Dikatakannya, meski durasi puasa terasa lebih ringan, menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim di negeri minoritas tetap cukup sulit dilalui.

"Rindu suasana sama ramainya, makanan juga apalagi makanan gulai (berkuah santan) dan berburu takjil. Suasana puasa di Indonesia itu tidak ada tanding sih. Karena di sini sepi," ucapnya.


Menurutnya, puasa di musim dingin waktunya lebih cepat. Dimana waktu imsyak pukul 06.00 WIB dan waktu buka puasa pukul 18.00 WIB.

"Yang paling berat itu nahan godaan untuk makan ya. Soalnya cuman sendiri puasa ditengah minoritas dan sama jauh dari keluarga juga kan," ucap perempuan yang bekerja di bagian pengiriman dan penyedia tenaga kerja di Jepang ini.

Charina juga bercerita, tak adanya jualan takjil di tempat tinggalnya yang jauh dari perkotaan. Sehingga untuk persiapan sahur dan berbuka, harus memasak. 

"Di sini enggak ada jual takjil, karena saya tinggal di Countryside jadinya enggak ada gojek. Jadi biasanya belanja kemudian mask sendiri," kata WNI yang tinggal di Perfektur, Kagawa Kota Mitoyo ini. 

Menurutnya, puasa di Jepang pada musim dingin lebih baik dibanding musim lainnya. Sebab, puasa lebih tidak terasa dan waktu berbuka lebih cepat.

"Tapi bagaimanapun tetap rindu berbuka dan sahur bareng keluarga. Di sini cukup sepi. Jadi kalau mau obati rindu berbuka di Indonesia, paling kami adain bukber antar anak Indonesia. Jadi ada yang buat takjil dan lain-lain,"ucap warga asli Medan ini.

Charina juga membagikan tips and trick untuk WNI yang baru menjalankan ibadah puasa perdana di negeri sakura.

"Tipsnya, buat alarm dan rajin-rajin cek jadwal imsak dan berbuka. Kalau rindu keluarga, ajak kawan asal Indonesia untuk berbuka puasa. Kalau ibadah tarawih juga bisa dilakukan di rumah sendiri," tutupnya.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved