Banjir dan Longsor di Sumut
Pemkab Tapteng Bantah Isu Bupati Masinton Pasaribu Usir Pengungsi di GOR Pandan: Jangan Terprovokasi
Pemkab Tapteng menyebut informasi tersebut dipastikan tidak benar dan menyesatkan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) membantah tegas informasi yang beredar di media sosial melalui sebuah video yang menyebutkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, mengusir para pengungsi di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan.
Pemkab Tapteng menyebut informasi tersebut dipastikan tidak benar dan menyesatkan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Bantahan itu disampaikan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setdakab Tapteng Basyri Nasution bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng Jonnedy Marbun, Plt. Kepala Dinas Sosial Tapteng Mariati Simanullang, bertempat di Ruang Rapat Cenderawasih Kantor Bupati Tapteng, Senin (12/1/2025).
Basyri Nasution, menegaskan, Bupati Tapteng tidak pernah mengusir pengungsi. Ia meminta masyarakat, khususnya para pengungsi, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Terkait pernyataan dalam video yang beredar itu tidak benar. Bupati tidak pernah mengusir pengungsi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya," ujarnya.
Lebih lanjut, Basyri menjelaskan, beberapa hari sebelumnya pihaknya menerima informasi adanya warga yang mengungsi di GOR Pandan, namun ternyata tidak terdampak bencana.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Tapteng melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Lurah setempat.
Basyri Nasution mengatakan, hasil pendataan menunjukkan memang ada beberapa keluarga yang tidak terdampak sama sekali.
"Setelah rumah mereka dibersihkan dan dinyatakan layak huni, sebagian dari mereka dikembalikan ke rumah masing-masing diberikan bantuan logistik berupa paket sembako," jelasnya.
Sementara itu, bagi pengungsi yang benar-benar terdampak dan masih tinggal di GOR Pandan, Pemkab Tapteng memastikan seluruh kebutuhan mereka tetap difasilitasi sesuai ketentuan.
Isu nasi basi
Dalam kesempatan itu, Plt Kepala Dinas Sosial Tapteng Mariati Simanullang, juga membantah isu adanya makanan basi yang dikonsumsi pengungsi. Ia menegaskan bahwa Dapur Umum beroperasi sesuai standar dan diawasi secara ketat.
“Kami memasak tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore. Tidak ada makanan yang dimasak pagi untuk dimakan siang, atau siang untuk malam. Semua dimasak untuk sekali makan dan langsung dihabiskan,” terang Mariati.
Ia menambahkan, pihaknya rutin melakukan pemantauan dan monitoring proses memasak. Bahkan, makanan yang disajikan di Dapur Umum juga dikonsumsi oleh petugas dan pegawai dinas.
“Apa yang dimakan pengungsi, itu juga yang kami makan. Jadi tidak benar kalau ada isu nasi basi,” tandasnya.
| Puasa Tinggalkan Kampung Halaman, Curhat Warga Korban Banjir Garoga: Gak Perlu Kami Baju Lebaran |
|
|---|
| AKHIRNYA Kementerian Lingkungan Hidup Gugat 6 Perusahaan di Sumut Rp 4,8 Triliun |
|
|---|
| Data BNBA Korban Bencana Sumut Rampung, Gubsu Bobby: Tinggal Tunggu Realisasi Anggaran |
|
|---|
| DAFTAR 6 Perusahaan di Sumut Digugat Kementerian LH Imbas Banjir Sumatera, Dua di PN Medan |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Normalisasi Sungai dan Sawah di Tukka, Akui Bona Lumban Paling Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pengungsi-Korban-Banjir-di-Pandan_Korban-Banjir-dan-Longsor-di-Tapteng_.jpg)