Berita Viral
BAHAR Bin Smit Tak Ditahan Gegara Tulang Punggung Keluarga, Korban Rida: Saya Disiksa dan Dianiaya
Rida, anggota Banser NU korban penganiayaan Bahar bin Smith mengaku kecewa dengan keputusan Polisi.
TRIBUN-MEDAN.com - Rida, anggota Banser NU korban penganiayaan Bahar bin Smith mengaku kecewa dengan keputusan Polisi.
Ia kecewa Polisi tidak menahan Bahar karena alasan tulang punggung keluarga dan pengajar.
Rida merasa keputusan itu tidak adil sebab dia menjadi korban penganiayaan hingga kehilangan pekerjaan.
Ia juga mengaku trauma karena mendapatkan ancaman.
Kasus penganiayaan dialami korban bernama Rida saat menghadiri pengajian yang diisi oleh Bahar bin Smith di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten pada Minggu (21/9/2025) lalu.
Setelah lima bulan berlalu, Polres Metro Tangerang Kota memanggil Bahar bin Smith untuk diperiksa pada Selasa (10/2/2026).
Penceramah berusia 40 tahun tersebut tak ditahan karena dianggap kooperatif selama proses pemeriksaan.
Korban kecewa dengan keputusan penyidik lantaran dirinya harus menjalani perawatan selama tiga bulan.
Bahkan, Rida dipecat dari pekerjaannya sehingga tak memiliki penghasilan tetap setelah menjadi korban penganiayaan.
"Alasan karena menjadi tulang punggung dan pengajar itu sangat tidak masuk akal, karena saya juga adalah tulang punggung keluarga yang kehilangan pekerjaan karena disiksa, dianiaya dipersekusi oleh Bahar," tuturnya.
Ia mengaku mengetahui adanya pengajian Bahar bin Smith dari pamflet yang dibagikan di WhatsApp.
“Saya murni hanya ingin mengikuti pengajian di Cipondoh,” tukasnya.
Rida diamankan petugas keamanan saat hendak bersalaman dengan Bahar bin Smith.
“Padahal saya hanya ingin bersalaman dengan Habib Bahar,” lanjutnya.
Korban kemudian dibawa ke sebuah ruangan dan dipukul sejumlah orang termasuk Bahar bin Smith.
| Setelah Viral Akhirnya Polisi Terbitkan SP3 Kasus Mahasiswi Korban Pelecehan yang Jadi Tersangka ITE |
|
|---|
| KETIKA Jusuf Kalla Berikan Solusi Agar Polemik Ijazah Jokowi Tidak Berlarut-larut: Tunjukkan Saja! |
|
|---|
| JK Yakin Ijazah Milik Jokowi Asli, Maka Ia Sarankan Jokowi untuk Segera Perlihatkan Ijazahnya |
|
|---|
| BGN Dituding Hambur-hamburkan Uang, Pesan Motor Listrik Sebanyak 25.000 Seharga Rp42 Juta Per Unit |
|
|---|
| REKAM JEJAK Preman Kampung Yogi Palak Pesta Pernikahan, Berujung Ayah Pengantin Tewas Dianiaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Baharrrrrrrsdf.jpg)